RUJUKANMEDIA.com – Penertiban bangunan liar (bangli) di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, ricuh. Dua petugas Satpol PP dan satu anggota Polres Bogor mengalami lika hingga dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Salah satu korban dari kericuhan tersebut adalah Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara.
Dia mengungkap, penertiban bangli di lahan milik PUPR tersebut mendapatkan halangan dari salah satu organisasi masyarakat yang berjumlah sekitar 30 orang.
“Tempatnya yang di bawah jalan tol itu. Jadi dia bangunannya berdiri di atas lahan PUPR yang dikelola jasa marga, itu di bawah pas jalan tol, itu berbatasan pas dengan Kota Bogor,” ungkapnya, Selas 21 November 2023.
Dari penertiban itu, kata dia, pihaknya mendapatkan perlawanan karena mereka tidak terima lapaknya ditertibkan petugas.
“Kita mau penertiban dia chaos ke kita, nimpuk-nimpuk ke kita, dada saya juga kena, udah divisum si saya,” kata Rhama.
Adapun korban lainnya, kata Rhama, mengalami luka pada bagian kepala sehingga harus mendapatkan penanganan serius dari petugas rumah sakit.
“Pak Surya (anggota Satpol PP) bocor kena batu dijahit 7 jahitan, satu lagi dari polres 4 jahitan jidatnya, sama kena lempar batu juga,” ujarnya.
Menurut Rhama, kericuhan bermula pada saat petugas gabungan hendak menertibkan bangli-bangli yang ada di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor tersebut.
“Nah ini yang bentrokan itu dengan (Ormas) Batak bersatu, gak mau (dibongkar) kekeuh). Padahal kita udah kasih surat 7×24 jam, hayu weh pengen mempertahankan, itu kan bukan tanah dia,” ucapnya.
Baca Juga : Bangunan Tak Berizin di Atas Lahan Pemda Kabupaten Bogor Dibongkar Satpol PP
Setelah diberi waktu hingga pukul 18.00 WIB oleh petugas, para pemilik nangli pun malah meminta waktu hingga dua hari ke depan.
“Jadi kita dihalang-halangi oleh dia, kita kasih waktu tapi lama, ternyata dia ngomong aja, tapi gak dibongkar mandiri. Yasudah kita bongkar Aja, ribut. Akhirnya ke pancing anak-anak,” tuturnya.
Pada saat terjadi kericuhan, para petinggi dari Satpol PP pun mencoba melerai kericuhan tersebut agar tak berdampak sehingga mengakibatkan korban.
“Saya coba melerai, akhirnya dia ngelempar-lempar batu ke kita, anak-anak pada kena, kita kan gak pegang apa-apa,” terangnya.
Saat ini, pihak Satpol PP Kabupaten Bogor pun tengah membuat laporan ke Polres Bogor terkait dengan penyerangan yang menyebabkan korban luka tersebut.(*)






