RUJUKANMEDIA.com – Uji coba penggunaan Skybridge Bojonggede mulai dikeluhkan masyarakat pengguna kereta rel listrik (KRL).
Salah satunya adalah Adinda. Perempuan 19 tahun tersebut menyebut Skybridge Bojonggede menyita waktu.
Sebab, untuk menuju ke stasiun dirinya harus muter memasuki area Terminal Bojonggede sebelum akhirnya diarahkan masuk ke Skybridge.
“Belum lagi kita harus jalan kaki, jauh ya ke stasiunnya. Ngerepotin, soalnya kalau begini jalannya jauh lagi. Karena kan biasanya cuma ke sebrang doang,” kata Adinda kepada wartawan, Jumat 8 Desember 2023.
Sementara berdasarkan pantauan, para penumpang KRL diharuskan jalan kaki setidaknya hingga 243 meter sesuai panjang Skybridge Bojonggede tersebut.
Adinda, mengaku memahami betul kondisi di Stasiun Bojonggede. Sebab, setiap harinya dia menaiki KRL menuju Jakarta untuk bekerja.
Baca Juga : Diuji Coba Besok, BPTJ Malah Dapati Tetesan Air dari Atap Skybridge Bojonggede
Namun, kata dia, Skybridge Bojonggede untuk saat ini belum menjadi solusi yang pas. Karena cukup jauh.
“Yang jelas lama banget kalau ke sini. Karena setiap hari saya menggunakan KRL dari Jakarta ke Bogor,” keluhnya.
Sementara penumpang lain, Nanderiawan menilai Skybridge Bojonggede mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi di depan stasiun.
Hanya saja, dia pun mengeluhkan jauhnya jarak antara pintu masuk Skybridge Bojonggede menuju kereta.
“Tetapi bagi pengguna (KRL) cukup jauh, lumayan menyita waktu,” kata dia.
Baca Juga : Tinjau Bangunan, BPTJ Uji Coba Skybridge Bojonggede Besok
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Agus Ridhallah mengatakan, keberadaan Skybridge Bojonggede menjadi alternatif mobilitas yang sebelumnya sering macet didepan stasiun.
“Nantinya semua mode transportasi dialihkan ke terminal Bojongfede, dan tidak ada lagi penumpukan di bahu jalan yang menyebabkan kemacetan,” kata dia.






