Suara Prabowo di Kabupaten Bogor Turun, Dulu Melesat Kini Hanya 57 Persen

RUJUKANMEDIA.com – Jumlah suara yang diraih Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 di Kabupaten Bogor menurun. Meski tetap unggul, angka pemilih di wilayah Bumi Tegar Beriman ini tidak lebih besar dibandingkan Pilpres sebelumnya.

Pada Pilpres 2014 saat Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, suara di Kabupaten Bogor tercatat meraih suara 65,73 persen.

Kemudian, pada Pilpres 2019 saat Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno berhasil menorehkan suara 70,25 persen.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan tak menyangkal hal tersebut. Dia menilai jumlah suara Prabowo dengan Gibran berada di angka 57 persen.

“57 persen ya kita lihat quick count beberapa survei itu rank-nya 57 (persen) dan 58 (persen),” kata Iwan, Kamis 15 Februari 2024.

Baca Juga : Gerindra Bogor Dukung Gibran Dampingi Prabowo di Pilpres

Iwan menjelaskan bahwa kondisi saat ini terjadi lantaran beberapa partai koalisi yang dulu bergabung mulai melebur. Misalnya pada PKS yang kini berada di kubur Anies-Muhaimin.

“Dulu waktu tahun 2019 koalisi kita ada PKS, Ormas yang mendukung dan sekarang bergesernya dari 70 persen ke angka 58 persen, mungkin 12 persennya berkurang bergeser ke Anies,” jelas Iwan.

Meski begitu, Iwan mengaku tetap senang karena suara Prabowo dan Gerindra di Kabupaten Bogor masih lebih besar dibanding yang lainnya.

Baca Juga : Pendukung Prabowo-Gibran Asal Bogor Meninggal Saat Hadiri Kampanye Akbar di GBK

Menurutnya, Kabupaten Bogor menjadi salah satu barometer kemenangan Prabowo-Gibran di tingkat nasional, mengingat daerah ini memiliki lebih dari 3 juta daftar pemilih tetap (DPT).

“Dari hitungan kami Kabupaten Bogor salah satu yang terbesar menyumbang suara,” ungkapnya.

Baca Juga : Di Pakansari, Ganjar ‘Sentil’ Prabowo Soal Program Makan Siang Gratis : Itu Keliru

Karenanya, Iwan meyakini perolehan suara di Kabupaten Bogor itu sangat berpengaruh terhadap kemenangan calon presiden Prabowo-Gibran.

“Saya yakin dari beberapa PAC dari kader, saksi di 40 kecamatan mengirim yang hampir mirip dengan quick count nasional. Di Kabupaten Bogor bahkan ada yang sampai 90 persen ada yang 70 persen ada yang tipis tapi tidak ada yang kalah,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan