RUJUKANMEDIA.com – Hari alias HM, seorang Ketua RW yang juga anggota Ormas hanya bisa menangis usai ditangkap Polisi karena aksinya mengancam petugas Puskesmas Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Di hadapan Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, pria berusia 50 tahun tersebut menangis, mengaku menyesali perbuatannya.
“Saya menyesal,” kata Hari sambil menangis di Mako Polres Bogor, Senin 29 April 2024.
Baca Juga : Ditangkap Polisi, Ketua RW Jadi Otak Pelaku Ormas Ancam Petugas Puskesmas Leuwisadeng
Apa yang ditampilkan Hari tersebut berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukannya kepada petugas Puskesmas Leuwisadeng.
Saat itu, Hari yang didampingi teman-temannya mengancam dengan nada keras. Bahkan dia diketahui membawa senjata tajam jenis golok saat ancaman itu dilakukan.
Karena peristiwa tersebut, Rio meminta jajarannya untuk memproses seluruh orang yang terlibat.
“Ini jadi atensi khusus dari pimpinan agar terungkap sampai akar-akarnya. Saya akan mengungkap siapa peran ada dan ada dimana saat itu. Sementara baru HM yang kami tangkap,” tegas Rio.
Baca Juga : Salah Satu Oknum Ormas yang Ancam Petugas Puskesmas Leuwisadeng Ternyata Ketua RW
Sebelumnya diberitakan, segerombolan oknum anggota Ormas melakukan ancaman terhadap petugas Puskesmas Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Ancaman tersebut pun viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 31 detik tersebut, para oknum anggota Ormas terlihat menggeruduk Puskesmas Leuwisadeng setelah salah satu di antara mereka merasa tak mendapatkan perawatan dari puskesmas.
Baca Juga : Segerombolan Anggota Ormas di Bogor Ancam Petugas Puskesmas Leuwisadeng
Dalam kekesalannya, oknum tersebut melontarkan kata-kata kasar dan ancaman. Bahkan beberapa dari mereka terlihat membawa senjata tajam jenis golok yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
“Aing hayang cageur di dieu m*onyet sia lain dijedogken dindie (Saya ingin sembuh di sini, bukan dibiarkan). Dibeulah sia ku aing (Dibelah kamu sama saya),” kata salah satu anggota Ormas dengan nada tegas.(*)







