24 Titik Jalan Rusak dari Barat hingga Timur Kabupaten Bogor Minta Diperbaiki Tahun Ini

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerima 24 usulan perbaikan jalan rusak mulai dari barat hingga timur Kabupaten Bogor.

Puluhan usulan yang dilakukan oleh sejumlah kecamatan itu telah masuk ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.

Ketua Tim pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah II PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi mengatakan bahwa puluhan usulan tersebut masuk dengan klasifikasi jalan rusak ringan hingga berat.

“Untuk perbaikan jalan klasifikasinya ada rusak ringan, sedang dan berat,” kata Ujang kepada wartawan.

Baca Juga : Rudy Susmanto Instruksikan PUPR Segera Perbaiki Jalan Tegar Beriman, Tindaklanjut Aduan Masyarakat

Adapun 24 jalan rusak tersebut yakni :

1. Cileungsi – Cinyongsong Udik/batas Kab. Bekasi

Kecamatan Cileungsi 

Panjang 4,10 km 

Kondisi rusak : 0,20 km

Wilayah Timur 

 

2. Gandoang – Mukti Jaya/batas Kab. Bekasi

Kec. Cileungsi 

Panjang 1,38km

Kondisi rusak 0,20km 

Wilayah Timur 

 

3. Tunggilis – Situ Sari 

Kec. Cileungsi 

Panjang 3,87 km

Kondisi rusak 0,77km

Wilayah Timur 

 

4. Bojong – LigarMukti – Cibodas

Kec. Jonggol, Klapanunggal 

Panjang 10,54 km 

Kondisi rusak 0,80 km 

Wilayah Timur 

 

5. Kedep – Cileungsi 

Kec. Cileungsi, Gunung Putri 

Panjang 7,81 km 

Kondisi rusak 0,10 km

Wilayah Timur 

 

6. Cicadas – Bojong Nangka

Kec. Gunungputri 

Panjang 1,67 km 

Kondisi Rusak 0,20 km

Wilayah Timur 

 

7. Citeureup – Sukamakmur

Kec. Citeureup – Sukamakmur 

Panjang 19,66 km 

Kondisi rusak 5,56 km 

Wilayah Timur 

 

8. Tajur – Hambalang

Kec. Citeureup 

Panjang 8,57 km 

Kondisi rusak 1,30 km

Wilayah Timur 

 

9. Tarikolot – Gunung Sari

Kec. Citeureup 

Panjang 2,11 km 

Kondisi Rusak 0,50 km

Wilayah Timur 

 

10. Mengker – Gunung Batu/Batas Kab. Cianjur 

Kec. Jonggol Sukamakmur 

Panjang 34,69 km

Kondisi rusak 0,10 

Wilayah Timur 

 

11. Cariu – Cikutamahi / Batas Kab. Cianjur 

Kec. Cariu 

Panjang 7,38 km

Kondisi rusak 1,68 km

Wilayah Timur 

 

12. Tanjungsari – Sukawangi

Kec. Sukamakmur, Tanjungsari 

Panjang 20,94 km

Kondisi rusak 4,70 km

 

13. Pampiran – Cikutamahi

Kec. Cariu Tanjungsari 

Panjang 7,07

Kondisi rusak 0,60 

Wilayah Timur 

 

14. Sirnasara – Antajaya / Bantar Kuning

Kec. Cariu, Tanjungsari 

Panjang 13,80 km

Kondisi rusak 3,30 km

 

15. Tanjungrasa – Nyengcle

Kec. Tanjungsari 

Panjang 7,57 

Kondisi rusak 3,50 

Wilayah Timur 

 

16. Cibucil – Sukamaju 

Kec. Jonggol

Panjang 1,46 km 

Kondisi rusak 0,96 km

Wilayah Timur 

 

17. Janala – Lebakwangi

Kec. Cigudeg, Parung Panjang, Rumpin

Panjang 10,69 km

Kondisi rusak 7,80 km

Wilayah Barat / Tambang

 

18. Kampung Sawah – Janala

Kec. Rumpin 

Panjang 4,85 km

Kondisi rusak 2,73 km 

Wilayah Barat / tambang 

 

19. Prumpung – Gunung Sindur – Cicangkal 

Kec. Gunung Sindur, Rumpin 

Panjang 5,89 km

Kondisi rusak 2,80 km

 

20. Cicangkal – Maloko

Kec. Rumpin

Panjang 4,31 km

Kondisi rusak 2,01 km

Wilayah Barat / Tambang

 

21. Lumpang – Cikuda

Kec. Parung Panjang 

Panjang 5,08 km

Kondisi rusak 2,98 km 

Wilayah Barat / Tambang 

 

22. Caringin – Cilaketan

Kec. Parung Panjang 

Panjang 4,64 km

Kondisi Rusak 2,32 km

Wilayah Barat/ Tambang

 

23. Pingku – Kp. Asem Cikuda

Kec. Parung Panjang 

Panjang 3,30 km

Kondisi Rusak 2,50 km

Wilayah Barat / Tambang 

 

24. Cikereteg – Pancawati

Kec. Caringin 

Panjang 5,33 km

Kondisi Rusak 2,50 km 

Wilayah Tengah / Wisata

Baca Juga : Pemulihan Belum Selesai, Kecamatan di Bogor Diminta Data Jalan Rusak Imbas Bencana

Namun, Ujang menjelaskan waktu perbaikan jalan rusak itu tergantung daripada kebijakan Bupati Bogor yang didasari dengan kemampuan anggaran pemerintah.

“Kalau Pak Bupati ingin secepatnya, kalau memang ada anggaran yang bisa dipakai di tahun 2025, di tahun 2025 kita paksakan membangun. Tapi kalau ga ada mungkin 2026,” jelas dia.

Saat ini, Dinas PUPR sendiri, kata Ujang, tengah mencari solusi agar jalan-jalan rusak itu diperbaiki segera tanpa harus mengganggu anggaran prioritas lainnya.

“Kemarin bersama BPKAD menghitung kebutuhan, kan bukan hanya PUPR tapi ada pendidikan juga kesehatan juga, makanya lagi memilah mana yang prioritas,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan