RUJUKANMEDIA.com – Pasar Ciluar melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di kawasannya. Para pedagang tersebut kini diberikan ruang khusus untuk berjualan.
Berkonsep Pelataran Malam atau Food Street, pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor itu menata pasarnya dengan lebih nyaman dan modern.
“Ini adalah definisi menggeser tanpa menggusur. Dengan pola komunikasi yang tepat dan dukungan semua pihak semua bisa berjalan dengan lancar,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Haris Setiawan kepada wartawan, Jumat 2 Mei 2025.
Baca Juga : Libatkan PKL, Pemkab Bogor Gelar Kuliner Malam di Area Stadion Pakansari
Untuk sementara, ada sekitar 17 PKL yang diberikan ruangan khusus dalam Pelataran Malam ini.
Kepala Unit Pasar Ciluar Isni Jayanti mengatakan, belasan PKL yang direlokasi tersebut menawarkan jajanan yang bervariatif hingga menjadi warna dalam aktivitas pasar.
“Ada nanyak variasinya ya, ada susu jahe merah, ada cimol, ada jagung susu, ada sate padang, dan masih banyak lagi,” kata Isni.
Baca Juga : Cegah PKL Pasca Penertiban, Kawasan Puncak Bogor Dijaga
Para pedagang di Pelataran Malam ini beroperasi mulai pukul 16.30 WIB sampai 01.00 dini hari.
Isni mengaku melakukan berbagai upaya untuk mengajak masyarakat datang ke Pelataran Malam Pasar Ciluar tersebut
Baca Juga : 4 Titik Jadi Fokus Penataan PKL di Bogor, Mulai dari Pasar hingga Stadion Pakansari
Di antaranya yakni, pemasangan instalasi pencahayaan mulai dari neon sign dan lampu gantung yang dipasang secara estetik.
Selain pemasangan lampu, kata Isni, nantinya Pasar Ciluar akan mengadakan live music sebagai salah satu daya tarik bagi para masyarakat untuk datang.
“Nah untuk live music ini rencana terdekat pada Sabtu pukul 19.00 WIB atau malam minggu,” tuturnya.
Ia berharap upaya ini bisa membantu para PKL dalam mengais rezeki.
“Di tempat yang lebih nyaman untuk berjualan, harapan kami para pedagang bisa meraih hasil yang maksima. Dan jika sudah stabil menetap, kami akan ajak edukasi mereka untuk penggunaan qris dan berjualan digital serta mendaftarkan para pedagang untuk mengikuti BPJS tenaga kerja, agar kehadiran pemerintah semakin terasa di tengah tengah mereka,” pungkasnya. (*)






