RUJUKANMEDIA.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, merencanakan uji coba rekayasa lalu lintas pada simpang tiga yang baru dibangun di Jalan Raya Tegar Beriman, besok, Senin 19 Mei 2025.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih menjelaskan, uji coba rencana tersebut dilakukan usai pihaknya memasang tiga traffic light pada masing-masing jalan.
Ketiga jalan yang bakal dipasang traffic light itu yakni dari arah Pakansari menuju Jalan Raya Tegar Beriman, dari Simpang Daralon menuju arah Pemda, dan dari arah Pemda menuju Simpang Daralon.
“Senin uji coba pakai traffic light, yang jelas yang arah kiri (dari Pakansari ke Bappenda) kita mau sterilin parkirnya,” ujar Dadang kepada wartawan, Minggu 18 Mei 2025.
Baca Juga : Park and Ride Tegar Beriman Cibinong Dibangun, Lahan 5.000 Meter Persegi Disiapkan
Dadang menyebut, kawasan tersebut kerap dipenuhi parkir kendaraan roda dua maupun empat sehingga berdampak pada kemacetan.
“Yang jelas steril sampai ke depan, karena kan suka dipakai parkir tuh bahu jalan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa pemberlakuan sterilisasi jalan sepanjang 300 sampai 400 meter. Karena menurut dia, upaya ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
“Mungkin sekitar 300 sampai 400 meter disterilin jadi nggak bertumpuk di situ, mudah-mudahan bisa mengurai kemacetan,” ungkapnya.
Baca Juga : Bank Tegar Beriman Bogor Tawarkan Pegadaian SK PPPK, Nilainya hingga Rp100 Juta
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka simpang baru di Jalan Raya Tegar Beriman, kawasan pemerintah daerah Cibinong.
Sodetan yang dibuka tersebut menghubungkan Jalan Raya Tegar Beriman langsung ke Jalan Kolonel Edy Yoso Martadipura hingga Stadion Pakansari.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pembangunan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas serta meningkatkan konektivitas di Jalan Raya Tegar Beriman.
Ia mengklaim bahwa sodetan yang dibuka pada ruas jalur cepat Jalan Raya Tegar Beriman itu sudah berdasarkan hasil kajian.
“Kami sudah melakukan berbagai kajian. Saat ini mungkin ada penumpukan kendaraan sebelum CCM di jalur putar balik, tetapi dengan simpang tiga ini, arus kendaraan bisa terbagi lebih merata,” ujar Rudy. (*)







