RUJUKANMEDIA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memberhentikan pencarian terhadap korban hilang akibat bencana longsor di kawasan wisata Puncak.
Korban diketahui bernama Oden Sumantri (47). Saat bencana terjadi Sabtu 5 Juli 2025 sekitar pukul 17.30 WIB, ia sedang memancing di kolam pemancingan di Kampung Ciletuh, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Kepala BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat mengatakan bahwa pencarian dihentikan pada satu pekan pencarian, Jumat sore 11 Juli 2025.
Baca Juga : Korban Tewas Bencana di Puncak Bogor Jadi 3 Orang, Pencarian Terus Dilakukan
BPBD, kata dia, menduga bahwa korban terbawa arus saat longsor terjadi. Sebab pencarian susah dilakukan maksimal.
“Sudah dihentikan. Kami menduganya seperti itu karena tempat longsoran sudah kita bongkar sampai batas paling bawah, kami tidak menemukan (korban),” kata Ade, Minggu 13 Juli 2025.
Namun, ia menegaskan bahwa penghentian pencarian tidak mengartikan bahwa keseluruhan dihentikan.
Baca Juga : Kerap Dilanda Bencana, Penataan Kawasan Puncak Bogor Harus Secara Gotong Royong
Jika nanti ada informasi mengenai penemuan mayat yang mungkin adalah Oden, maka BPBD ditegaskan Ade akan turun melakukan evakuasi.
“Kecuali nanti misalnya ada informasi lain tim akan tetap turun, misalnya ternyata ada jenazah atau apa pasti kita akan turun lagi,” jelasnya.
Ade menyebut bahwa Tim SAR gabungan telah melakukan beberapa upaya untuk mencari korban yang hilang sejak satu pekan lalu.
“Kita di darat lakukan penggalian dengan penyemprotan tempat yang longsor, di air menggunakan perahu karet sebanyak empat, dan di udara menggunakan drone yang mata garuda. Tapi, tidak membuahkan hasil,” katanya.
Baca Juga : Pemkab Bogor Butuh Waktu Jalankan Instruksi Menteri LH, Membongkar 4 Perusahaan di Puncak
Meski begitu, Ade belum berani menyatakan korban telah meninggal dunia walau sudah berhari-hari tidak ditemukan keberadaannya.
“Kita nyatakan hilang, kita tidak berani menyatakan meninggal dunia karena kita juga tidak melihat jenazahnya,” ungkapnya.
Adapun, lanjut Ade, korban merupakan seorang pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Beliau pegawai Biro Umum Kemendagri yang sedang berlibur dengan keluarganya, informasinya di vila dan dia mancing,” tuturnya.(*)







