RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperketat pengawasan peredaran obat dan makanan untuk keamanan masyarakat.
Bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Pemkab Bogor ingin memastikan obat-obatan dan makanan yang akan dikonsumsi masyarakat sesuai dengan ketentuan dan jauh dari zat yang berbahaya.
“Saya fasilitasi dan akan teruskan kepada Pak Bupati, agar menjadi kebijakan strategis Kabupaten Bogor. Kita ingin pastikan dari hulu, mulai dari produk makanan hingga obat-obatan, benar-benar aman untuk masyarakat, termasuk yang dikonsumsi anak-anak dan dijual di koperasi UMKM,” tegas Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, Jumat 25 Juli 2025.
Baca Juga : Bupati Tak Temukan Makanan Mengandung Unsur Babi di Supermarket Bogor
Ia juga menyoroti pentingnya peran BPOM dalam memberikan edukasi dan pendampingan, terutama dalam menanggapi isu peredaran obat ilegal, penggunaan zat berbahaya seperti formalin, serta penyalahgunaan bahan kimia di kalangan pelajar menjadi perhatian serius.
Ia mengusulkan agar dilakukan duduk bersama lintas lembaga termasuk Balai POM, TNI, Polri, Satpol PP, dan BNN untuk merumuskan strategi pencegahan secara terpadu.
“Kami menyadari, dengan populasi Kabupaten Bogor yang besar dan posisi strategis secara nasional, setiap isu mudah menjadi perhatian publik. Maka kami mohon kesempatan untuk berbenah. Semua pihak harus menjaga nama baik daerah sambil tetap mengedepankan langkah-langkah yang konstruktif,” ungkapnya.
Baca Juga : Obat yang Boleh diKonsumsi Oleh Ibu Hamil Saat Flu
Jaro Ade mengajak seluruh jajaran pemerintah, instansi teknis, serta masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mencegah penyalahgunaan obat dan menjamin keamanan pangan di Kabupaten Bogor.
“Kami terbuka untuk kolaborasi, terus terang menyampaikan data, dan siap menindaklanjuti setiap temuan sesuai tupoksi masing-masing,” jelasnya.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bogor, Jeffeta Pradeko Putra menegaskan, komitmen pihaknya dalam mendampingi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mewujudkan masyarakat yang terlindungi melalui penguatan pengawasan obat dan makanan.
“Kami akan terus mendampingi Kabupaten Bogor menuju pangan aman dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat. Sinergi antar lembaga dan pemangku kepentingan adalah kunci utama. Kita tingkatkan koordinasi, kolaborasi, dan pengawasan bersama demi mencegah peredaran produk yang berisiko bagi kesehatan masyarakat,” tegas Jeffeta.(*)




