Pasca Longsor Makan Korban, Pemkab Bogor Diminta Terapkan Sanitary Landfill di TPAS Galuga 

 

RUJUKANMEDIA.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, segera merealisasikan penerapan sistem sanitary landfill di TPAS Galuga, pasca bencana longsoran gunung sampah memakan korban jiwa.

Sastra menilai, sanitary landfill dapat mencegah longsoran. Karena dengan metode ini lokasi pembuangan sampah akan terus ditimbun dan dipadatkan dengan tanah.

“Karena menimbun sampah secara berlapis-lapis, dipadatkan dan ditutup sebagian tanah setiap hari, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas timbunan. Juga sampah tidak terpapar air hujan yang bisa memicu pergerakan tanah,” kata Sastra kepada wartawan.

Baca Juga : Pasca PNS DLH Tewas, Pemkab Bogor Tingkatkan Keamanan Pekerja di TPAS Galuga

Terlebih, metode open dumping atau pembuangan terbuka di TPAS Galuga sangat tidak direkomendasikan, karena mencemari lingkungan. Bahkan Kabupaten Bogor mendapat sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Maka itu harus dipercepat untuk penerapan sanitary landfill di TPA Galuga. Saat ini kan sedang dibahas bersama Pemkot Bogor langkah apa yang akan diambil. Saya harap pembahasan dipercepat supaya bisa running di lapangan,” tegas Sastra.

Sementara diketahui, Pemkab Bogor sebelumnya mengaku telah mengalokasikan anggaran hingga Rp25 miliar untuk menangani permasalahan sampah di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang yang belum lama ini mengalami longsor.

Baca Juga : Korban Tewas di Longsor TPAS Galuga Merupakan Pegawai DLH Kota Bogor

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa anggaran tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan sanitary landfill di TPAS Galuga.

“Kita sudah mengalokasikan anggaran hampir Rp25 miliar tahun ini. Salah satu fokusnya adalah penataan kembali dan pengurangan dampak lingkungan melalui pendekatan sanitary landfill,” kata Ajat kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa TPA Galuga merupakan fasilitas pembuangan sampah bersama yang dikelola oleh Pemkab dan Pemerintah Kota Bogor.

Baca Juga : TPAS Galuga Bogor Longsor, Satu Pekerja Tewas

Longsor yang terjadi pada Sabtu penan lalu itu diduga disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan tumpukan sampah menjadi tidak stabil.

“Secara teknis kami langsung melakukan penanganan dan perapian di lokasi. Tentu ini menjadi perhatian serius kami. Bapak Bupati sangat konsen terhadap masalah ini,” tegas Ajat.

Sekedar informasi, TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor kembali mengalami longsor.

Peristiwa yang terjadi pada Senin 11 Agustus 2025 itu telah memakan korban jiwa. Seorang pegawai DLH Kota Bogor berinisial AHM (49), tewas saat melaksanakan aktivitas kerjanya di kawasan lahan milik Pemkot Bogor.(

Tinggalkan Balasan