RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan tabungan hari tua dan santunan kematian kepada ahli waris ASN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bernama Agus Haris Mulyana yang tewas saat bekerja di TPAS Galuga.
Penyerahan itu secara simbolis diserahkan oleh Taspen Bogor serta Bank Mandiri di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Selasa 26 Agustus 2025. Selain itu juga diserahkan santunan yang berasal dari Korpri.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa ini merupakan kewajiban untuk memenuhi hak-hak yang harus disampaikan secara langsung.
Apalagi, kata dia, almarhum Agus Haris Mulyana menurutnya merupakan sosok ASN yang memiliki dedikasi tinggi. Ia sudah bekerja kurang lebih selama 20 tahun.
“Harapannya sebagai keluarga jangan patah semangat, untuk anak-anak selesaikan sekolahnya, gapai cita-citanya, kalau ada kesempatan bisa berkiprah juga sebagai ASN,” kata Dedie.
Baca Juga : Pasca Longsor Makan Korban, Pemkab Bogor Diminta Terapkan Sanitary Landfill di TPAS Galuga
Branch Manager Taspen Bogor, Zul Akbar Yulianto, menyampaikan bahwa apa yang diberikan ini mungkin tidak akan mengurangi rasa duka, namun ia berharap bisa membantu ahli waris serta pendidikan anak.
“Jadi kami menyerahkan tabungan hari tua, asuransi kematian, dan beasiswa bagi ahli waris. Dan selanjutnya juga akan diberikan santunan kecelakaan kerja,” ujarnya.
Sekedar informasi, Agus Haris Mulyana tewas saat melakukan aktivitasnya sebagai operator alat berat di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Senin 11 Agustus 2025.
Baca Juga : DPRD Desak Pemkot Bogor Perbaiki Sistem Persampahan Pasca PNS DLH Tewas di TPAS Galuga
Kapolsek Cibungbulang, Kompol Heri Hermawan mengatakan bahwa kejadian bermula saat korban hendak mendorong sampah dan menggesernya agar tidak menumpuk pada pukul 08.30 WIB.
“Tiba-tiba tumpukan sampah amblas ke dalam, sehingga bulldozer masuk ke dalam tumpukan sampah dan tertutup sampah,” ujar Heri kepada wartawan, Selasa 12 Agustus 2025.
Heri menjelaskan, saat itu rekan kerja sesama operator melihat korban terjatuh ke dalam tumpukan sampah bersama bulldozernya.
“Namun, pada saat hendak mengevakuasi korban dan ditemukan bahwa korban sudah meninggal dunia dengan luka berat pada bagian kepala dan perut,” tuturnya.(*)







