Pemkab Bogor dan Tangerang Bertemu, Solusi untuk Jalur Tambang Masih Abu-abu 

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemkab Bogor bersama Tangerang belum memberikan solusi untuk banyaknya persoalan di jalur tambang di kedua daerah dalam

pertemuan pertama yang digelar di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Jumat 19 September 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan pada pertemuan tersebut pembahasan antara kedua daerah lebih kepada menyamakan persepsi dan tujuan, agar persoalan yang belakangan terjadi seperti aksi blokade truk itu tidak lagi terjadi.

“Kita bicara tentang kesamaan, tentang Indonesia lah ya, tidak ada ego masing-masing untuk jaga kondusifitas. Dari situ kemudian di hari Minggu, ada rapat Bupati, Gubernur, kemudian di besok kita bicarakan tentang teknis kantong parkir,” bebernya.

Baca Juga : Sejumlah Warga Ngamuk, Hentikan Truk Tambang dan Serang Petugas Dishub di Parungpanjang Bogor

Ia mengungkap bahwa keputusan akan diambil dua hari ke depan, atau tepatnya pada pertemuan kedua antara Pemkab Bogor dan Pemkab Tangerang.

“Nanti hari Minggu pimpinan-pimpinan kita ke sana memutuskan seperti apa. Karena sama-ama punya rasa, di sana juga ada yang meninggal, di kita juga ada, di sana yang melahirkan sulit, di sini juga sulit,” ungkap Ajat.

Ajat menilai pertemuan kedua sangat penting dilakukan. Sebab di tengah persoalan yang terjadi, Pemkab Bogor saat ini juga tengah melakukan pembangunan di jalur tersebut.

Baca Juga : Polres Bogor Fokus Pengamanan Jalur Tambang Dua Hari ke Depan

Proses pembangunan itu, menurutnya, juga sangat berpengaruh pada kondisi lalu lintas di jalur tambang yang kini memancing reaksi keras dari masyarakat.

“Karena kan kondisi sekarang lalin (lalu lintas) yang terhambat karena pembangunan, maka kita juga harus mengatur kantong parkir, termasuk personel,” jelasnya.

Ajat berharap kebijakan pemerintah pada persoalan jalur tambang yang sudah terjadi sejak tahun 1974 ini bisa dilakukan dengan tepat.

“Kelihatannya sama (harapan Pemkab Bogor dan Tangerang). Semuanya ingin menyelesaikan permasalahan ini yang sudah berpuluh-puluh tahun, sejak tahun 74,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan