Diguncang Gempa hingga 50 Kali, Warga Pamijahan-Leuwiliang Dirikan Tenda Darurat

 

RUJUKANMEDIA.com – Sejumlah warga di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mendirikan tenda darurat setelah diguncang gempa bumi.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin mengatakan, tenda darurat tersebut didirikan sebagai langkah antisipasi, karena gempa terjadi hingga sekitar 50 kali terhitung sejak Sabtu malam 20 September 2025.

“Itu untuk antisipasi, semalam itu informasi dari teman yang di lokasi, mereka (sudah) balik ke rumah masing-masing,” kata Jalal kepada wartawan.

Baca Juga : Sejumlah Bangunan di 4 Kecamatan Kabupaten Bogor Terdampak Gempa

Jalal menjelaskan, warga tidak menetap di tenda tersebut. Karena tenda digunakan hanya pada saat kejadian gempa bumi.

“Itu mengungsinya pada saat kejadian aja, jadi kita bingung untuk datanya, jadi mereka nggak stay di tenda. Pengungsi kan stay di tenda minimal 24 jam,” jelasnya.

Baca Juga : 127 Rumah Warga di Leuwiliang Bogor Rusak Akibat Gempa

Jalal mengakui sempat ada kekhawatiran yang tinggi dari warga hingga memutuskan untuk mendirikan tenda darurat.

Namun, ia memastikan bahwa saat ini aktivitas sehari-hari masyarakat berjalan normal.

“Mereka juga tetap melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat pada biasanya, berkebun atau yang lainnya,” pungkas Jalal. (*)

Tinggalkan Balasan