RUJUKANMEDIA.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, melakukan monitoring untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi siswa pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Monitoring tersebut dilakukan pada sejumlah bahan pokok seperti sayur dan buah, untuk memastikan tak ada kandungan zat kimia yang bisa membahayakan siswa.
“Tiap hari (monitoring), tapi ga seluruh SPPG karena mungkin hari ini dua SPPG, tiga SPPG, besok dua atau tiga SPPG karena kan ga cukup juga sumber daya manusia kita,” ujar Kepala DKP Kabupaten Bogor Teuku Mulya kepada wartawan, Rabu 8 Oktober 2025.
Baca Juga : Dugaan Keracunan MBG di Bogor Terjadi Lagi, Kini Menimpa Tiga Siswa SD di Kawasan Puncak
Teuku mengungkap, terdapat 122 dapur SPPG yang terdaftar dan 98 yang beroperasi per September 2025, dengan satu dapur dapat memberikan pelayanan sekitar 3.000 hingga 4.000 siswa.
Baca Juga : Dinkes Tunggu Hasil Uji Lab Sampel MBG Buntut Dugaan Keracunan Siswa SD di Puncak
Ia berharap petugas SPPG yang telah diberikan pelatihan bisa dengan maksimal bekerja untuk meminimalisir terjadinya keracunan atau apapun yang bisa membahayakan kesehatan siswa.
“Jadi mereka (petugas SPPG) seharusnya dalam konteks pangannya mereka udah paham, apa yang harus dikonsumsi oleh peserta ataupun penerima manfaat,” kata Teuku.
Selain memastikan keamanan pangan, Teuku juga menyebut bahwa pihaknya membuka kerja sama kepada petugas SPPG perihal penyediaan beras.(*)







