Penyedia Jasa : Penutupan Tambang Persulit Pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang

 

RUJUKANMEDIA.com – Manajer Proyek pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) Kabupaten Bogor, Acep Wawan, menyebut bahwa penutupan aktivitas tambang sangat berdampak terhadap keberlangsungan pekerjaan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat bergantung pada bahan material yang dihasilkan dari aktivitas tambang untuk memperlancar pembangunan Jalan Bomang.

“Betul (kami sangat bergantung) karena kita bahan bakunya terutama split, dasarnya kan hasil bumi. Kalau (tambang) ditutup, tidak ada (alternatif lain) beton itu material pokoknya kan split,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis 30 Oktober 2025.

Baca Juga : Kebijakan KDM Menutup Tambang Sebabkan Proyek Jalan Bojonggede-Kemang Terhambat

Dua bulan menjelang akhir tahun 2025, Acep menyebut bahwa progres pembangunan saat ini baru mencapai 31 persen.

“Dalam pengerjaan bomang ini progres baru tercapai 31 persen, sebetulnya di dalam schedule kita masih plus, tapi di lapangan memang ada beberapa kendala. Mudah-mudahan bisa segera diatasi,” tuturnya.

Baca Juga : Pemkab Bogor Kucurkan Rp33 Miliar Lanjutkan Pembangunan Jalan Bomang

Diketahui, pembangunan Jalan Bomang telah dimulai pada tahun 2016 dan sempat terhenti pada 2020.

Saat ini, proyek tersebut dilanjutkan dengan nilai kontrak sebesar Rp31 miliar.

Berdasarkan kesepakatan, proyek yang dikerjakan saat ini harus selesai dalam 130 hari kalender atau hingga Desember 2025.(*)

Tinggalkan Balasan