Infrastruktur Disiapkan, Flyover Bomang Ditawarkan ke Pusat dan Pemprov Jabar

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, akan menawarkan proyek pembangunan Flyover Bojonggede-Kemang atau Bomang, baik kepada pemerintah pusat maupun Pemprov Jawa Barat.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan menjelaskan, pembangunan infrastruktur utama sekaligus pendukung Flyover Bomang saat ini tengah berlangsung.

Nantinya, kata dia, Pemkab Bogor menyiapkan proposal untuk diajukan kepada pusat maupun Pemprov Jawa Barat pada Flyover Bomang.

“Proposal yang kami ajukan itu seperti Flyover Bomang, itu kami tawarkan,” jelas Wildan kepada wartawan, Senin 17 November 2025.

Baca Juga : Pemkab Bogor Kucurkan Rp33 Miliar Lanjutkan Pembangunan Jalan Bomang

Wildan menyebut, pembangunan yang saat ini dilakukan di jalur Bomang adalah upaya Pemkab Bogor untuk mempersiapkan seluruh infrastruktur pendukung.

Ketika semuanya sudah siap, maka pengajuan bantuan kepada pusat maupun Pemprov Jawa Barat bisa lebih cepat.

“Nanti ketika pembebasan lahan berhasil, pembangunannya mungkin bisa dilakukan Provinsi,” terangnya.

Pola tersebut, lanjut Wildan, adalah upaya Pemkab Bogor di tengah pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD).

“Jadi intinya Pemkab Bogor mengeluarkan modal dulu, mempersiapkan infrastruktur kemudian ditawarkan. Dan ada kepastian dimana di situ akan dibangun. Dan tentunya akan meningkatkan ekonomi disitu. Karena ketika transaksi naik, pajak juga naik. Pasti akan mengejar pasar untuk itu,” tutur Wildan.

Baca Juga : BPTJ Dahululan Underpass Bojonggede Ketimbang Flyover Bomang

Diketahui, berdasarkan data dari BPKAD Kabupaten Bogor, dana transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan.

Khusus Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH), nilainya turun dari Rp3,024 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp2,401 triliun pada tahun 2026, atau berkurang sekitar Rp622,9 miliar (24,9 persen).

“Memang ada dana transfer berkurang di daerah seluruhnya se-indonesia, saya kira di kami, seperti yang disampaikan pak Bupati hitungannya nanti pendapatan kita itu akan berkurang dari TKD itu kurang lebih 623 miliar hitungannya, nanti akan ada struktur anggaran kita sedikit berbeda,” kata Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Ajat menegaskan bahwa Pemkab Bogor tetap berkomitmen menjaga prioritas pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur desa, dengan fokus utama pada pencapaian UHC 100 persen.

“Jadi itu menjadi prioritas, UHC 100 persen itu sudah janji pak Bupati, itu yang menjadi prioritas kita walaupun dana transfer kita berkurang, tapi itu menjadi prioritas kita,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan