RUJUKANMEDIA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku tidak memiliki dana siap pakai jika sewaktu-waktu ada kejadian kebencanaan hebat di Indonesia.
Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Zaenal Arifin mengungkap, seluruh wilayah di Indonesia rawan terhadap bencana.
Bahkan, kata dia, saat ini dari Sabang hingga Merauke, sedang berada pada fase rawan bencana.
“Negara kita sangat rawan terhadap bencana di seluruh wilayah Indonesia, sangat rentan sekali, bencananya dari Sabang sampai Merauke itu semua adalah jaminan bahwa tidak ada sejengkal wilayah di Indonesia itu yang aman dari bencana,” ungkap Zaenal di Cibinong, Kamis 20 November 2025.
Baca Juga : BPBD Kabupaten Bogor Sigap Tangani Ribuan Kejadian Bencana Sepanjang 2025
Berdasarkan data itu, BNPB membutuhkan membutuhkan alokasi penanggulangan kebencanaan untuk seluruh wilayah Indonesia.
“Nah, sudah sekitar 10 tahun terakhir ini dana prabencana atau dana kontingensi itu belum pernah ada,” jelas Zaenal.
Di samping itu, BNPB mencatat sepanjang tahun 2025, ada sebanyak 2.726 bencana terjadi. Dari jumlah tersebut, 90 persen diantaranya merupakan bencana hidrometeorologi.
“Yaitu banjir, kemudian cuaca ekstrim, pergerakan tanah dan lahan, longsor serta kekeringan dan abrasi,” kata dia.
Baca Juga : Ahli Meteorologi IPB University Ingatkan Masyarakat Siaga Kekeringan
Bencana tersebut tidak hanya merenggut korban jiwa dan kerugian kerusakan lingkungan, tapi juga merusak ekonomi masyarakat.
“Intinya kejadian hari ini tidak hanya korban jiwa dan kerusakan lingkungan namun juga kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp22,8 Triliun,” jelas dia.
Sementara, pemerintah hanya menganggarkan Rp3 hingga Rp10 tahun per tahun dengan dana cadangan Rp3 hingga Rp5 Triliun per tahun.
“Dengan adanya gap atau kesenjangan penganggaran yang demikian, pemerintahan bisa mengambil langkah-langkah atau inovasi membentuk satu instrument pembiayaan inovatif berupa dana bersama atau yang dikenal dengan Pooling Fund Bencana,” tegas Zaenal.(*)







