Tangis Orang Tua Gurandil Pecah, Terngiang Anak yang Ingin Menikah Sehabis Lebaran 

 

RUJUKANMEDIA.com – Isak tangis menyelimuti keluarga Isep, korban tewas dalam peristiwa yang terjadi dalam peristiwa pertambangan Antam, Kabupaten Bogor.

Isep merupakan tetangga dari Edi Saputra dan Jaka yang terlebih dulu berhasil dievakuasi dan dimakamkan. Ketiganya merupakan warga Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Jenazah Isep dievakuasi dan diantarkan ke rumahnya pada Senin pagi 19 Januari 2026.

Anda, orang tua dari korban, mengaku sangat gelisah sebelum anaknya dikabarkan tewas.

Pada Senin 12 Januari 2026 atau sebelum peristiwa terjadi, ia kerap melihat foto anaknya yang terpajang di ruang tamu rumahnya.

“Pas siang sebelum kejadian, saya ngeliat fotonya terus. Padahal biasanya enggak,” kata Anda kepada wartawan.

Baca Juga : Acip Supendi, Pria Tua yang Kehilangan 2 Orang Sekaligus dalam Peristiwa Antam

Ia tak percaya bahwa kegelisahannya itu berujung duka. Anak tercinta yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, menggantikannya yang tengah sakit, telah tiada.

Tangisnya pecah saat harus menerima kondisi anaknya terbujur kaku, tak bernyawa.

Baca Juga : Satu Korban Dievakuasi, Total Sudah Tiga Warga Sukajaya Tewas di Area Antam Bogor 

Kondisi itu memuncak setelah ia terngiang dengan keinginan anaknya yang berencana menikah sehabis Lebaran.

“Rencananya mau menikah sehabis lebaran,” tutur Anda diiringi tangis.

Kini, Anda berharap Isep di tempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Tuhannya.(*)

Tinggalkan Balasan