RUJUKANMEDIA.com – Selain pengaturan pola kerja, dalam kebijakan penerapan WFH bagi ASN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Dalam Surat Edaran Nomor 000.8.3/578-ORG tertanggal 27 Maret 2026 dan ditandatangani oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, setiap hari Rabu, ASN Kabupaten Bogor memiliki opsi menjaga lingkungan.
ASN didorong menggunakan transportasi publik atau alternatif ramah lingkungan seperti sepeda motor, sepeda, maupun berjalan kaki.
“Kami ingin membangun budaya hemat energi di lingkungan ASN, mulai dari hal sederhana seperti penggunaan listrik hingga pola transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata Rudy, Jumat 27 Maret 2026.
Baca Juga : ASN Kabupaten Bogor Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas
Selain itu, Pemkab Bogor juga mendorong ASN untuk menghemat energi. Seperti mematikan lampu yang tidak digunakan, optimalisasi pencahayaan alami, penghematan penggunaan air dan alat tulis kantor (ATK), serta pengaturan suhu pendingin ruangan minimal 24 derajat Celsius.
Pemkab Bogor turut mendorong perubahan pola mobilitas ASN agar lebih ramah lingkungan dan menekan konsumsi bahan bakar.
Pada hari Senin, Selasa, dan Kamis, ASN dianjurkan menggunakan kendaraan dinas secara bersama atau carpooling.
Baca Juga : Pemkab Bogor Belum Terapkan WFH Seperti DKI Jakarta
Untuk memastikan kebijakan berjalan optimal, ASN tetap diwajibkan melakukan absensi dan pelaporan kinerja melalui aplikasi SiCantik serta siap hadir ke kantor apabila terdapat tugas mendesak. Rudy menekankan, disiplin ASN tetap menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan ini.
“WFH bukan berarti menurunkan disiplin. ASN justru dituntut lebih profesional, bertanggung jawab, dan tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga : Edaran Diterbitkan, WFH ASN di Kabupaten Bogor Dilaksanakan Setiap Jumat
Melalui kebijakan ini, Pemkab Bogor menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan global melalui langkah konkret yang tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.
“Kami ingin kebijakan ini menjadi bagian dari gerakan bersama, tidak hanya untuk efisiensi, tetapi juga sebagai kontribusi daerah dalam menghadapi tantangan global dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkas Rudy.(*)







