RUJUKANMEDIA.com – Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Bogor. Kondisi itu tersebar mulai dari Kecamatan Citeureup, Babakan Madang hingga Kecamatan Nanggung.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, ada sekitar 1.177 orang atau sebanyak
322 KK terdampak krisis air bersih di tiga wilayah tersebut.
Di antaranya 125 KK atau 517 orang di Kecamatan Citeureup, 60 KK atau 217 orang di Kecamatan Nanggung, dan 137 KK atau 443 orang di Kecamatan Babakan Madang.
Baca Juga : Wilayah Jonggol Bogor Kekeringan, Ribuan Warga Alami Krisis Air Bersih
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menyebut, kondisi kekeringan terjadi karena adanya penurunan intensitas hujan di beberapa wilayah.
“Ada penurunan intensitas hujan yang menyebabkan debit mata air dan sumur warga berkurang sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak dapat terpenuhi secara optimal,” kata Adam kepada wartawan, Rabu 17 Juni 2026.
Adam mengungkap, bahwa bantuan air bersih sudah didistribusikan kepada mereka yang terdampak dengan masing-masing wilayah sebanyak 5.000 liter.
Baca Juga : 3 Kecamatan di Bogor Alami Kekeringan Sejak Dua Bulan Lalu, 2.193 Warga Krisis Air Bersih
Seluruh bantuan air bersih itu didistribusikan menggunakan armada tangki BPBD dan disalurkan ke penampungan warga agar dapat dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat terdampak.
“Dalam kondisi saat ini kami terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih dan akan melakukan distribusi bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” tutur Adam.
Adam mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.(*)







