RUJUKANMEDIA.com – Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memprediksi ancaman kekeringan tahun ini tidak hanya menyasar titik-titik tertentu, tetapi berpotensi dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani menjelaskan, kondisi saat ini terjadi akibat adanya fenomena El Nino ekstrem atau “Godzilla El Nino”.
Fenomena ini, bahkan diprediksi akan memberikan dampak panjang di Kabupaten Bogor hingga November atau Desember 2026.
Baca Juga : 3 Kecamatan di Bogor Alami Kekeringan Sejak Dua Bulan Lalu, 2.193 Warga Krisis Air Bersih
Kata Adam, Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kekeringan terparah diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus mendatang.
“Untuk puncak kekeringan berdasarkan prediksi BMKG, puncak kekeringan di Kabupaten Bogor bulan Agustus dan memang itu seluruhnya, hampir seluruhnya kekeringan,” jelas Adam kepada wartawan, Rabu 24 Juni 2026.
Baca Juga : Kekeringan, BPBD Bogor Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih ke SMPN 2 Citeureup
Adam menegaskan bahwa jika skenario Godzilla El Nino benar-benar terjadi sesuai prediksi, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bogor akan merasakan dampak signifikan dari krisis air bersih.
“Ya, kalau estimasi sih kemungkinan hampir seluruhnya terdampak,” tambahnya.
Meskipun demikian, pihak BPBD berharap adanya upaya intervensi dari pemerintah pusat, khususnya melalui program rekayasa cuaca, yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan di berbagai daerah terdampak.
Sebagai informasi, hingga saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor dilaporkan telah menerima bantuan air bersih dari pemerintah daerah. Seperti Nanggung, Babakan Madang dan Kecamatan Citeureup.(*)






