RUJUKANMEDIA.com – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyatakan kesiapan penuh mendukung Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut atas penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Kabupaten Bogor Tahun 2026.
Untuk mempercepat penanganan krisis air bersih, Perumda Tirta Kahuripan membuka akses delapan instalasi pengolahan air (IPA) sebagai stasiun pengisian mobil tangki, menyiapkan 12 armada mobil tangki, serta mengoptimalkan pengoperasian Water Treatment Plant (WTP) Mobile di kawasan yang rawan mengalami kekeringan.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, mengatakan perusahaan daerah tidak hanya bertugas melayani pelanggan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hingga saat ini sebanyak 385 ribu liter air bersih telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor. Kami berharap bencana ini tidak berlangsung lama,” ujar Abdul Somad.
Selain memastikan distribusi air bersih tetap berjalan, Perumda Tirta Kahuripan juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Warga diimbau memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok, menyiapkan cadangan air, serta menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah maupun limbah agar proses produksi air bersih tidak terganggu.
Bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih, permohonan bantuan dapat diajukan melalui pemerintah desa kepada BPBD Kabupaten Bogor. Selanjutnya, BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengoordinasikan pendistribusian air bersih bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, PMI, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Melalui kolaborasi lintas instansi dan dukungan masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air, diharapkan kebutuhan air bersih selama musim kemarau tetap terpenuhi sehingga dampak kekeringan di Kabupaten Bogor dapat ditekan semaksimal mungkin.







