RUJUKANMEDIA.com – Pabrik styrofoam di Kampung Poncol, RT 003/RW 010, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor terbakar, Sabtu 29 Agustus 2026.
Peristiwa sekitar pukul 14.10 WIB yang menimpa pabrik milik PT Royal Foamindo Perkasa itu bermula percikan api saat pekerja melakukan pengelasan pada pipa instalasi proteksi kebakaran.
“Menurut laporan sedang adanya pekerjaan proyek pemasangan instalasi proteksi kebakaran dengan cara pengelasan pada pipa instalasi, diduga adanya percikan dari pengelasan mengenai styrofoam,” kata Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa dalam keterangannya.
Baca Juga : Selama Kemarau, 34 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Bogor
Saat itu, lanjutnya, api dengan cepat membesar karena material yang berada di lokasi mudah terbakar. Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada petugas Damkar Sektor Cileungsi.
“Api dengan cepat membesar karena bahan baku mudah terbakar,” ungkap Yudi.
Setelah menerima laporan, petugas piket Damkar Sektor Cileungsi langsung menerjunkan dua unit kendaraan dengan tujuh personel menuju lokasi.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB dan mendapati api masih menyala di sejumlah titik, termasuk area parkir mobil, gudang penyimpanan barang jadi, serta ruang produksi.
Baca Juga : Kemarau Picu Kebakaran, Warga Diminta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan
Yudi menyebut, pihaknya menambah jumlah unit kendaraan dari yang sebelumnya dua kendaraan. Kondisi itu dilakukan juga karena sumber air yang cukup jauh dari lokasi.
“Pemadaman dibantu Damkar Sektor Gunungputri, Cariu, Citeureup, serta Mako Cibinong. Petugas gabungan kemudian melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB,” tuturnya.
Baca Juga : Lahan Usahanya Terbakar, Pemilik Lapak Rongsokan di Bogor Jadi Korban Kebakaran
Dalam kejadian tersebut, sebanyak lima mobil di lokasi kebakaran mengalami kerusakan sekitar 95 persen, sementara dua mobil lainnya mengalami kerusakan sekitar 50 persen.
Selain itu, ruang produksi mengalami kerusakan sekitar 95 persen dan gudang penyimpanan barang jadi turut terdampak.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara total kerugian masih dalam proses pendataan,” pungkas Yudi.(*)






