RUJUKANMEDIA.com – Sebanyak 15 kecamatan di wilayah Bogor Barat menggelar kampanye anti-LGBT setelah video mesum sesama pria yang disebut terjadi di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.
Kampanye bertajuk “Jaga Generasi, Perkuat Keluarga, Tolak Normalisasi LGBT” tersebut melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta organisasi kemasyarakatan.
“Kami dari Kecamatan Leuwiliang bersama 14 kecamatan yang berada di wilayah Bogor Barat melakukan kampanye anti-LGBT, khususnya di Bogor Barat,” ujar Plt. Camat Leuwiliang, Ucu Sunarya, Minggu 20 September 2026.
Baca Juga : Video Mesum Sesama Pria di Bogor Viral, Dua Pelaku Diamankan
Ucu mengatakan, upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui kampanye dan deklarasi, tetapi juga akan dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan sekolah.
“Upaya selanjutnya kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama sekolah SMP dan SMA se-Bogor Barat,” tegasnya.
Selain edukasi, pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait informasi yang beredar di masyarakat. Penanganan terhadap kasus yang menjadi perhatian publik tersebut juga telah dilakukan kepolisian.
“Yang pertama, kami sudah menyusun beberapa informasi yang sudah beredar dan sudah ditangani oleh Kapolsek beserta jajaran yang lainnya,” ungkapnya.
Baca Juga : Rumah Kontrakan di Citeureup Bogor Diduga Jadi Lokasi Pesta Gay, 3 Pria Diamankan
Ia menyampaikan, pihak yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat telah diamankan kepolisian. Namun, identitasnya tidak disampaikan kepada publik.
“Alhamdulillah pelaku yang viral itu sudah diamankan dan sudah ditangkap oleh Polres Kabupaten Bogor. Kalau informasi warga yang sudah diamankan, identitasnya dirahasiakan,” jelasnya.
Ucu berharap upaya edukasi dan pencegahan dapat dilakukan bersama dengan dukungan seluruh komponen masyarakat di wilayah Bogor Barat.
“Kami minta dukungan dari seluruh komponen masyarakat se-Bogor Barat,” pungkasnya.(*)


