RUJUKANMEDIA.com – Dugaan pesta gay terungkap di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Dari peristiwa Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB itu, tiga pria diarak warga.
Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa mengungkap, penggerebekan itu dilakukan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
“Dugaan aksi gay dilakukan penggerebekan di rumah kontrakan. Ada tiga pria,” ungkap Eddy kepada wartawan, Jumat 31 Juli 2026.
Saat digerebek, lanjutnya, ketiga pria diduga gay tersebut didapati tidak mengenakan pakaian. Ketiganya berada dalam satu kamar di rumah kontrakan itu.
Baca Juga : Respons Kebijakan Pusat, Pemkab Bogor Siapkan Payung Hukum Perangi LGBT
Eddy menjelaskan, penggerebekan dilakukan berawal dari kecurigaan warga yang melihat ada dua orang pria tak dikenal datang ke rumah IS atau pemilik kontrakan pada sore hari.
Namun hingga malam hari, dua orang pria tak dikenal itu tidak kunjung keluar hingga warga berinisiatif melakukan penggerebekan.
Penggerebekan itu, kata Eddy, dilakukan saat istri dan anak IS tidak ada di rumah tersebut.
“Ketika digerebek itu ketiganya ga pakai baju dan ketika ditanya bilangnya dua orang itu mau ngontrak di kontrakan yang dipunya pemilik rumah si IS,” ucapnya.
Baca Juga : Lewat Surat Edaran, Bupati Bogor Minta Masyarakat Kompak Perangi LGBT
Usai digerebek, ketiganya lalu dibawa oleh warga sekitar ke kantor desa setempat dan diminta untuk meningggalkan Desa Tarikolot.
“Sesuai kesepakatan, ketiganya diusir dan tidak boleh tinggal di Desa Tarikolot termasuk IS. Kalau untuk anak dan istrinya (IS) tetap tinggal di situ,” kelas Eddy.
Akan tetapi, Eddy belum bisa memastikan adanya tindakan gay yang dilakukan ketiganya. Karena mereka berkilah tidak melakukan hal seperti saat diinterogasi.(*)







