Rujukanmedia.com – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, RSUD Bakti Pajajaran terus memperkuat layanan kesehatan unggulan melalui pemanfaatan teknologi medis modern, salah satunya Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk membantu pemeriksaan dan penanganan gangguan pembuluh darah otak. Kehadiran layanan ini menjadi upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan berteknologi tinggi kepada masyarakat Kabupaten Bogor sehingga pasien tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bakti Pajajaran, dr. Ajeng Normala menjelaskan pada Podcast Sora Bogor, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (13/10), pengembangan layanan tersebut didukung fasilitas Cath Lab Biplane yang diperoleh melalui bantuan Kementerian Kesehatan pada 2025. Fasilitas ini memungkinkan pelayanan secara multidisiplin, mulai dari kasus jantung, neurologi intervensi, bedah saraf intervensi, hingga bedah vaskular.
Menurutnya, pengembangan layanan unggulan dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan kesehatan masyarakat, termasuk melihat pola sepuluh penyakit tertinggi yang ditangani rumah sakit. Kasus neurologi atau penyakit saraf, penyakit dalam seperti diabetes melitus dan hipertensi, serta tuberkulosis masih menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, dengan dukungan Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA, layanan kanker, jantung, dan neurologi mendapatkan penguatan. Cath Lab Biplane masuk pada tahun 2025 dan sudah kami gunakan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor yang benar-benar membutuhkan,” ungkap Ajeng.
Ia menjelaskan, DSA merupakan teknologi pemeriksaan pembuluh darah yang memungkinkan dokter melihat kondisi pembuluh darah, khususnya di area otak, untuk mengidentifikasi adanya penyempitan, sumbatan, maupun gangguan aliran darah. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi dokter dalam menentukan penanganan sesuai indikasi medis pasien.
Menurutnya, penanganan kasus gangguan pembuluh darah otak membutuhkan ketepatan dan kecepatan karena waktu sangat menentukan kondisi serta peluang pemulihan pasien. Pada kasus tertentu, golden period atau periode emas penanganan, khususnya kurang dari enam jam, menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
“Kasihan masyarakat Kabupaten Bogor jika harus berpindah-pindah rumah sakit karena tidak mendapatkan pelayanan. Dengan adanya fasilitas dan kompetensi dokter yang kami miliki, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan indikasi medis pasien,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ajeng menerangkan, keunggulan Cath Lab Biplane tidak hanya terletak pada teknologi yang dimiliki, tetapi juga kemampuannya mendukung kolaborasi berbagai dokter spesialis. Penanganan pasien dapat dilakukan melalui diskusi multidisiplin sehingga keputusan medis mempertimbangkan berbagai aspek sesuai kondisi pasien.
Di sisi lain, RSUD Bakti Pajajaran juga terus mengembangkan pelayanan jantung dan penyakit dalam, termasuk penguatan kompetensi dokter spesialis untuk pelayanan ginjal. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap melalui peningkatan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kompetensi pelayanan rumah sakit.
Selain memperkuat teknologi dan tindakan medis, RSUD Bakti Pajajaran turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit. Sebab, penyakit jantung dan stroke tidak selalu terjadi secara tiba-tiba, tetapi dapat didahului berbagai faktor risiko yang berkembang dalam waktu lama, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
“Sering kali masyarakat merasa sehat, padahal tekanan darah sudah tinggi atau kadar gula darahnya juga tinggi. Proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari hingga akhirnya berdampak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Karena itu, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berusia di atas 40 tahun,” terangnya.
Ia menambahkan, RSUD Bakti Pajajaran juga menyediakan layanan medical check-up sebagai salah satu upaya membantu masyarakat mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini. Dengan pemeriksaan rutin, faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dan pengendalian penyakit bisa dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Bogor selalu menjaga pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, serta meluangkan waktu untuk keluarga. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, tetapi harapan terbesar kami tentu masyarakat tetap sehat dan tidak perlu mendapatkan pelayanan rumah sakit,” pungkasnya.
Melalui penguatan teknologi medis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta edukasi pencegahan penyakit, RSUD Bakti Pajajaran berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)





