RUJUKANMEDIA.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Achmad Ru’yat, menanggapi adanya dugaan kecurangan yang terjadi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data yang diungkap Dinas Pendidikan Jawa Barat, dugaan kecurangan PPDB di Kabupaten Bogor menempati urutan pertama dengan jumlah mencapai 1.635 dari total temuan 4.791 siswa.
Menurut Ru’yat, kecurangan yang terjadi dalam PPDB tingkat SMA harus menjadi evaluasi besar Pemprov Jabar. Sebab, kecurangan yang terjadi dalam PPDB bukan kali pertama, namun kerap terjadi setiap tahun.
“Ini menjadi bahan evaluasi yang sangat krusial yang harus diperhatikan betul bagi para pengambil kebijakan,” kata Ru’yat, Senin 24 Juli 2023.
“Filosofisnya sistem zonasi ini untuk mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, tetapi justru banyak keluhan dari warga-warga yang tinggal berdekatan dengan sekolah tetapi tidak diterima. Ternyata banyak temuan,” sambung dia.
Ru’yat bahkan setuju jika pengelolaan pendidikan tingkat SMA dikembalikan ke tingkat kota dan Kabupaten. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecurangan dalam PPDB, seperti di Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah dengan kecurangan tertinggi di Jawa Barat.
“Emang ada aspirasi seperti itu, itu tentu menjadi bahan para pengambil kebijakan. Kalau saya pada prinsipnya agar kewenangan itu diberikan kepada yang memang terdekat, mudah melakukan pengawasan sehingga rentan kendalinya lebih efektif,” kata dia.
“Apalagi Kabupaten Bogor yang wilayahnya sangat luas. Sehingga pengawasan yang dilakukannya harus benar-benar,” ungkapnya.
Baca Juga : Daen Nuhdiana Minta Pemkab Bogor Tak Anggap Sepele Kisruh PPDB Zonasi
Sebelumnya diketahui, pada pekan lalu, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengungkap data terkait 4.791 siswa yang melakukan kecurangan pemalsuan data dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024.
“Ada tiga daerah di Jabar dengan angka kecurangan paling banyak. Kabupaten Bogor diangka 1.635, Kabupaten Bekasi 589 dan Kabupaten Bandung 410 siswa, jadi selain Kabupaten Bogor, ada Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung di urutan kedua dan ketiga dengan angka kecurangan PPDB paling banyak se-Jabar,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Wahyu Mijaya.(*)





