RUJUKANMEDIA.com – Kecelakaan maut yang melibatkan truk tonase besar dengan sepeda motor terjadi di Tanjakan Cibokor, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu 7 Desember 2024 tersebut tercatat telah memakan empat korban. Dua meninggal dunia dan dua lainnya dalam kondisi kritis.
Namun hingga saat ini, Polisi belum bisa mengungkap secara keseluruhan identitas keempat korban tersebut.
Dari empat korban, polisi baru bisa mengidentifikasi tiga korban. Yakni Oman, Ahmad Ridho Mulfi dan Kayla Haura Dwi Triyanti.
Oman, merupakan pengendara sepeda motor bernomor F 5088-PM. Dia adalah warga Kampung Sipetir, RT 01/ RW 06, Desa Batu Tulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
“Korban (Oman) meninggal dunia dengan kondisi perut robek dsn tangan kanan patah. Korban (kemarin) dibawa ke RSUD Leuwiliang,” ungkap Kanit Lantas Polsek Leuwiliang, Iptu Zahroni Muklis, Senin 8 Januari 2024.
Baca Juga : Angka Kecelakaan di Bogor Meningkat, Jasa Raharja Habiskan Rp1 Miliar Lebih untuk Santunan
Kemudian Ahmad Ridho Mulfi dan Kayla Haura Dwi Triyanti merupakan korban kritis. Mereka berada dalam satu kendaraan sepeda motor berjenisnHonda Scoopy.
Ahmad Ridho merupakan pelajar dari Kampung Lebak Pasar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
“Korban mengalami luka di bagian kaki dan lecet di tangan. Korban dibawa ke Klinik 24 Jam,” terang Zahroni.
Sementara Kayla Haura Dwi Triyanti merupakan penumpang dari sepeda moto jenis Honda Scoopy. Dia merupakan pelajar yang tinggal di Kampuh Lebak Pasar, RT 02/ RW 02, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
“Korban mengalami luka di kepala dan pipi di rawat di RSUD Leuwiliang,” jelas Zahroni.
Sementara untuk satu korban meninggal lainnya, itu belum diketahui. Zahroni mengaku kesulitan untuk mengidentifikasi, karena korban dalam kondisi terbakar.
“Ada pengemudi kendaraan Sepeda Motor Honda Revo Fit nomor polisi tidak diketahui pun dengan identitasnya. Korban ini meninggal dunia dengan luka bakar di badan dan kaki. Korban dibawa ke RSUD Leuwiliang,” tandasnya.
Sekedar informasi, berdasarkan keterangan dari saksi mata, sebut saja Sahrudin, truk tersebut melaju dari arah Cigudeg menuju Leuwiliang. Namun ketika mendekati tempat kejadian perkara (TKP), terdengar suara gemuruh cukup kencang hingga membuat warga di sekitar kaget.
“Kendaraan mobil dari atas. Sudah terdengar suara bergemuruh. Gak tahu rem blong gak tahu apa. Nabrak pembatas dulu, gak lama jatuh,” ungkap Saprudin.
Tak hanya itu, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kabel tiang listrik terbawa hingga menjuntai ke jalan dan sempat menutup akses masyarakat sebelum akhirnya dievakuasi.(*)




