RUJUKANMEDIA.com – Jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Bogor mencapai 794 kasus. Dari angka itu, rata-rata pengidap virus tersebut berada di usia produktif 25 hingga 45 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina mencatat jumlah penderita tersebut didapatkan setelah pihaknya melakukan tes kepada sebanyak 89.122 orang.
“Jumlah itu kami peroleh dari 89.122 tes yang telah dilakukan di sepanjang tahun 2023 ke sejumlah orang yang diduga mengidap HIV dan AIDS,” ungkap Mike kepada wartawan, Jumat 12 Januari 2024.
Mike menyebut ada peningkatan kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Bogor pada 2023. Angkanya tercatat meningkat sebanyak 48 kasus dari tahun sebelumnya yang berjumlah 746 kasus.
Namun menurutnya, meskipun jumlahnya besar, jika dihitung dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor kasus ini memiliki presentasi yang kecil.
“Kalau evaluasi tingkat Jawa Barat Kabupaten Bogor berada di peringkat 2, paling banyak Kota Bandung,” ungkapnya.
Baca Juga : Pernah Positif HIV, 1 Pasien dari 59 Kasus Cacar Monyet Alami Gejala Berat
Sementara ada beberapa upaya yang dilakukan Dinkes Kabupaten Bogor untuk meminimalisir virus tersebut. Salah satunya melalui edukasi tentang HIV dan AIDS melalui rumah sakit daerah.
Misalnya di RSUD Leuwiliang. Belum lama ini, rumah sakit milik daerah tersebut memberikan edukasi tentang HIV dan AIDS kepada siswa SMK Matusha Dwi Elang, di wilayahnya.
Dalam kegiatan yang disampaikan langsung oleh penanggungjawab Poli Sahabat atau poli khusus HIV dan AIDS RSUD Leuwiliang, Diah Kusuma, langkah itu juga merupakan upaya untuk mengantisipasi penularan di kalangan remaja.
Diah menyebut edukasi HIV dan AIDS merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan. Tujuannya, agar para remaja bisa mengetahui dan mencegah virus tersebut. Termasuk juga bisa memberikan dukungan kepada orang-orang yang terpapar.
“Kita harus menjauhi penularan HIV dan AIDS, tetapi kita harus memberikan dukungan kepada mereka yang telah terpapar,” kata Diah. (*)







