RUJUKANMEDIA.com – Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor menjadi saksi lahirnya kebijakan pro rakyat, di mana sebanyak 2500 siswa kurang mampu yang belum mendapat ijazah karena kendala biaya pendidikan, menerima bantuan biaya pelunasan pendidikan pada Kamis 11 Januari 2024.
Program ini merupakan inisiasi DPRD Kota Bogor yang berjalan sejak 2021, menyasar siswa-siswi jenjang SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA. Dana yang digunakan berasal dari APBD Kota Bogor.
Proses penyerahan ijazah dilakukan oleh pihak sekolah dengan didukung langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, dan anggota DPRD Kota Bogor.


Dalam sambutan, Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengapresiasi kerja keras anggota dewan. “Ini kerja kerasnya teman-teman dewan. Saya mengapresiasi dan berterima kasih teman-teman dewan sudah bekerja begitu keras sehingga ijazah yang tertunda itu bisa kita bantu,” ungkap Bima Arya.
Baca Juga : Refleksi Kinerja DPRD Kota Bogor Tahun 2023 Serap Aspirasi, Jalankan Fungsi, Tuntaskan Amanah
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menjelaskan latar belakang kebijakan ini. Setelah dilantik pada tahun 2019, banyak warga mengeluhkan penundaan ijazah anak-anaknya karena kesulitan melunasi biaya pendidikan. “Ini adalah tindak lanjut dari hasil reses DPRD dan dialog kami dengan warga di wilayah,” kata Atang.
Program ini mendapatkan dukungan besar karena memiliki dampak positif terhadap pengangguran di Kota Bogor. Atang menuturkan bahwa alokasi anggaran untuk program ini di tahun 2024 dinaikkan menjadi dua kali lipat, yaitu sekitar Rp7,5 miliar.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, menyatakan, “Alhamdulillah kuota tahun ini hampir dua kali lebih besar dibanding tahun 2021 dan 2022. Kita harapkan di tahun depan akan lebih besar lagi.”
Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bogor, Ahmad Saeful Bahri, menegaskan kesiapan komisinya untuk mengawal program ini. “Kami akan awasi proses realisasi program ini. Kita ingin anggaran yang ada bisa maksimal membantu warga yang membutuhkan, tepat sasaran,” ujar Saeful.
Program bantuan pelunasan biaya pendidikan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Bogor, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan dan mengurangi angka pengangguran.





