4 Warga Kabupaten Bogor Meninggal Dunia Karena DBD

 

RUJUKANMEDIA.comDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat empat warga Kabupaten Bogor meninggal dunia karena menderita demam berdarah dengue (DBD).

Jumlah tersebut tercatat pada periode Januari hingga sepanjang Februari 2024.

“4 meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit pada Januari-Februari 2024,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana, Minggu 25 Februari 2024.

Empat warga tersebut berasal dari empat kecamatan berbeda, yaitu Babakanmadang anak berusia 6 tahun, Rancabungur anak berusia 8 tahun, Cijeruk anak usia 8 tahun, dan Cibinong anak usia 13 tahun.

Baca Juga : Dinkes Catat 1.555 Kasus DBD Sepanjang 2023, 4 Orang Meninggal Dunia

Secara keseluruhan, Adang mengungkap jumlah warga yang terkena DBD di Kabupaten Bogor pada periode Januari-Februari 2024 sebanyak 392 kasus.

“Tercatat pada periode tersebut yakni selama bulan Januari ada 255 kasus dan Februari 137 kasus,” ungkapnya.

Adang pun menegaskan jika pihaknya gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), setelah empat warga tersebut meninggal dunia.

“Upaya yang dilakukan di lokasi kasus itu penyuluhan, PSN, larvasida, fogging focus,” kata dia.

Baca Juga : Koh Ahong “Sidoel” Meninggal Dunia Usai Minta Istri Selesaikan Pekerjaannya

Adang mengimbau warganya untuk mewaspadai penyakit DBD yang mulai marak di sejumlah wilayah.

“Demam berdarah sudah mulai menyerang masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bogor. Maka penting bagi warga untuk waspada,” katanya.

Adang pun meminta warga di daerahnya agar menerapkan pola 3M plus untuk mencegah penyakit demam berdarah, yaitu dengan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

“Terapkan pola hidup bersih dan sehat itu yang paling penting,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan