RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menganggarkan secara khusus dana untuk warga terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Disiapkan dalam anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), Pemkab Bogor mengucurkan dana tersebut sekitar ratusan juta rupiah.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengatakan, untuk saat ini
pihaknya telah mencairkan bantuan untuk 10 unit rumah terdampak, dengan masing-masing mendapat Rp17 juta.
“Bantuannya berupa dana sejumlah yang rusak berdasarkan perkiraan asesmen,” ungkap Teuku kepada wartawan, Minggu, 12 Mei 2024.
Baca Juga : Dua Hari Penyisiran, 35 Serpihan Selongsong Ditemukan di Dekat Ledakan Gudang Peluru
Teuku mengaku bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan asesmen terhadap rumah-rumah di permukiman maupun klaster yang terdampak ledakan.
“Pemukiman dan klaster intinya (bantuannya) sama saja. Yang lainnya sedang kita asesmen,” katanya.
Untuk sementara, Pemkab Bogor mencatat terdapat 45 rumah di permukiman yang terdampak ledakan. Namun, 11 di antaranya akan diperbaiki secara mandiri oleh pemiliknya.
Baca Juga : Gudang Peluru Meledak, Kasad Minta Maaf, Panglima TNI Pastikan Rumah Warga Diganti
Sehingga, terdapat 34 rumah yang menjadi sasaran pemberian bantuan, sebanyak 10 unit diantaranya telah diberikan bantuan.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga mencatat sebanyak 172 rumah di perumahan klaster turut terdampak ledakan gudang amunisi.
“Yang 172 rumah belum kita asesmen, sedang kita lakukan sekarang,” kata Teuku Mulya.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas kejadian meledaknya gudang amunisi di wilayah Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Baca Juga : Pemkab Alokasikan Rp5 Juta per Keluarga untuk Korban Terdampak Ledakan Gudang Peluru
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, rumah warga di sekitar kawasan gudang amunisi mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
“Kami mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini,” ungkap Maruli kepada wartawan, Minggu 31 Maret 2024.(*)







