RUJUKANMEDIA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat ada tiga warga yang sempat diduga terinfeksi cacar monyet atau monkeypox.
Ketiga warga tersebut tersebar di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, dan Kecamatan Cileungsi.
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, Luki Gema Safari, menegaskan bahwa ketiga warga tersebut telah menjalani serangkaian tes. Hasilnya menunjukkan bahwa semuanya negatif cacar monyet.
Baca Juga : Pernah Positif HIV, 1 Pasien dari 59 Kasus Cacar Monyet Alami Gejala Berat
Tes pertama dilakukan terhadap warga Ciampea. Kata Luki, asien ini dilaporkan oleh puskesmas di Kota Bogor. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya negatif cacar monyet, namun positif HIV.
“Sampelnya sudah kami periksa, ada lima jenis. Yang pertama swab tenggorokan seperti COVID-19, kemudian anus, serum darah, lesi yang luka, dan keropeng yang terkelupas,” jelas Luki kepada wartawan.
Laporan kedua mengenai dugaan infeksi yang sama diterima Dinkes Kabupaten Bogor dari Puskesmas Pasir Angin, Cileungsi. Seorang warga ditemukan dengan gejala trombosit yang menurun drastis dan kemudian dirujuk ke RS Cileungsi. Setelah diperiksa, hasilnya tidak menunjukkan infeksi HIV maupun cacar monyet.
Baca Juga : Jadi yang Pertama di Bogor, Warga Parungpanjang Terpapar Cacar Monyet
Pasien ketiga, serupa dengan kasus pertama, berasal dari Cibungbulang. Pasien ini sedang menjalani pengobatan HIV di salah satu rumah sakit di Kota Bogor.
“Dia sedang dalam pengobatan HIV dan juga positif sifilis (penyakit menular seksual), serta mengakui LSL (Laki Suka Laki),” terang Luki.
Baca Juga : Warga Parungpanjang Terpapar Cacar Monyet, Dinkes : Dia Pegawai BPJS Tangsel
Namun, berdasarkan pemeriksaan cacar monyet, pasien asal Cibungbulang ini dinyatakan negatif dari penyakit tersebut.
“Pemeriksaan spesimen atau sampel yang kami kirim lebih difokuskan untuk cacar monyet, dan hasilnya negatif,” ungkap Luki.
Luki juga menjelaskan bahwa penularan cacar monyet atau monkeypox terjadi melalui kontak langsung dengan kulit dan lebih sering ditemukan di kelompok-kelompok tertentu.
“Memang, tingkat kematian cacar monyet hanya 0,01 persen, dan penularannya saat ini lebih banyak terjadi di kelompok orang tertentu,” jelasnya.(*)







