RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membahas secara intens soal pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan pembangunan jalan khusus tambang di wilayahnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa kedua program tersebut harus disikapi dengan baik oleh seluruh pejabat di Pemkab Bogor.
Baca Juga : Pemkab Bogor Serahkan Penamaan Calon DOB ke Masyarakat
Ajat meminta jajarannya untuk menangkap segala isu strategis yang diperintahkan Kepala Daerah Kabupaten Bogor. Tidak hanya terjebak pada kegiatan rutin semata.
“Kita harus benar-benar menangkap arahan-arahan strategis pimpinan, dan lebih dari itu, kita harus punya rasa kepedulian terhadap isu-isu besar yang sedang kita hadapi,” jelas Ajat.
Menurutnya, kedua program pembangunan yakni DOB dan jalan khusus tambang masuk dalam prioritas Pemkab Bogor yang harus disikapi.
Pada proses DOB, ia mencontohkan bagaimana pemerintah pusat menangani pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan.
Baca Juga : Pemprov Jabar Janjikan Kompensasi Rp100 Juta untuk 194 Korban Tewas di Jalur Tambang
Meskipun wilayah otonomi belum resmi terbentuk, lanjut Ajat, lokasi ibu kota sudah ditetapkan dan terkunci. Hal ini penting untuk mendorong investasi dan kesiapan infrastruktur lebih awal.
“Semua yang berkaitan dengan DOB dan jalan khusus tambang ini harus kita tangani secara serius, konkret, dan terjadwal. Targetnya jelas, waktu pelaksanaannya jelas, dan langkah-langkahnya harus terdokumentasi,” tegasnya.
Terkait jalan khusus tambang, Ajat meminta agar proses penetapan lokasi segera dituntaskan agar dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran dan pengadaan lahan pada tahun 2026.
“Saya mengajak mari jangan terjebak hanya pada kegiatan rutin, jadikan ini sebagai legacy, warisan kinerja kita bersama untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi mengingatkan secara khusus kepada Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, Rudy Susmanto-Ade Ruhandi alias Jaro Ade untuk fokus membangun jalan tambang.
Baca Juga : Jalur Tambang Parungpanjang Bogor Mulai Dibangun 14 Juni
Dedi menargetkan pembangunan tersebut bisa selesai di tahun 2026. Terlebih jaln tambang pernah dijanjikan Pemprov Jawa Barat saat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil.
“Jalan tambang harus selesai tahun 2026 dilakukan secara bersama (Pemprov dan Pemkab Bogor),” kata Dedi dikutip dari laman Instagramnya saat bersama Rudy dan Jaro Ade beberapa waktu lalu.
Bersamaan dengan itu, Dedi pun mengingatkan keduanya untuk meminimalisir praktik penambangan ilegal di Kabupaten Bogor.
Kata Dedi, Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bogor harus berkolaborasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Berbagai bentuk penambangan ilegal harus diselesaikan karena itu mencederai keindahan Bogor sebagai puser (pusat) kebudayaan Sunda,” jelas Dedi.







