Dilakukan Secara Kolaboratif, Pemkab Bogor Targetkan 500 Dapur MBG Terbangun hingga 2026 

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan pembangunan 500 Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tahun 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan bahwa ratusan Dapur MBG tersebut dibangun untuk mendukung program MBG bagi pelajar sekolah sebagaimana yang digaungkan pemerintah pusat.

“Target 500 dapur secara keseluruhan di Kabupaten Bogor. Tujuannya adalah yang utama, melaksanakan program pemerintah pusat, yaitu makan bergizi gratis bagi siswa-siswi di Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy, Kamis 7 Agustus 2025.

Hingga kini, kata dia, Pemkab Bogor telah menyiapkan 270 titik lokasi calon Dapur MBG atau SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah itu, sebanyak 56 titik telah terverifikasi oleh Badan Gizi Nasional.

Baca Juga : Polres Bogor Manfaatkan Aset Milik Pemkab Bangun Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Verifikasi dilakukan untuk memastikan kelayakan lahan serta kesiapan operasional dapur, mengingat setiap fasilitas ditargetkan dapat melayani sekitar 3.000 porsi makanan bergizi per hari.

Target pembangunan itu juga terbantu oleh program pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan Polri.

Di Kabupaten Bogor, di bawah naungan Polres Bogor pembangunan Dapur SPPG tersebut sudah dimulai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking, di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu 6 Agustus 2025.

“Beberapa dapur sudah mulai beroperasi, kini bertambah 10 titik. Polres Bogor menargetkan 56 dapur dan kami siap mendukung dengan tanah milik pemda,” jelasnya.

Baca Juga : Tinjau Pelaksana MBG di SDN Pajeleran 01, Sekda Ajat Temukan Sejumlah Catatan

Menurut Rudy, Pemkab Bogor berkolaborasi dengan Polres juga Kodim Kabupaten Bogor untuk melakukan percepatan-percepatan pembangunan Dapur MBG dan dengan beberapa pihak swasta.

“Pak Kapolres dan Pak Dandim juga mendukung penuh. Bahkan Kodim membangun dapur makan bergizi gratis di Karadenan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dapur yang dibangun tidak hanya berfungsi menyediakan makanan bergizi untuk siswa, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat sekitar.

“Selain siswa mendapat makanan sehat, bahan baku dapur juga berasal dari wilayah sekitarnya. Maka perputaran ekonomi pun bergerak,” ungkap Rudy.

Baca Juga : Hari Pertama Pelaksanaan MBG, 774 Siswa di Cibinong Bogor Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

Porsi makanan yang disajikan telah disesuaikan dengan standar gizi dari Badan Gizi Nasional agar benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.

“Kita ingin menjalankan program pemerintah pusat, tapi juga memastikan manfaat langsungnya terasa bagi warga,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan