Pelaku Penusukan yang Tewaskan Ketua RT Saat Kericuhan Suporter di Jasinga Bogor Ditangkap 

RUJUKANMEDIA.com – Polres Bogor menangkap pelaku tawuran atau kericuhan suporter sepakbola yang menewaskan seorang Ketua RT bernama Sanger di Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan bahwa penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya memeriksa 14 orang saksi.

Baca Juga : Turnamen Sepakbola HUT RI di Jasinga Bogor Berujung Ricuh, Satu Orang Tewas 

Peristiwa tersebut, kata dia, terjadi setelah final sepakbola tepat pada hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2025.

“Pelaku berinisial AF (20), warga Kampung Peuteuy, ditangkap di rumahnya pada 19 Agustus 2025. Ia diduga kuat sebagai pelaku penusukan yang menyebabkan korban bernama WS alias Sanger (42) meninggal dunia akibat luka senjata tajam di bagian perut,” kata Wikha di Mako Polres Bogor, Kamis 21 Agustus 2025.

Dari hasil otopsi di RSUD R. Moh . Noh Nur Leuwiliang, menunjukkan korban mengalami luka tusukan sedalam 20 cm yang menembus paru-paru dan hati. Barang bukti berupa celurit milik pelaku juga diamankan untuk dicocokkan dengan luka korban.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 dan/atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP pidana. Kami menegaskan tidak ada toleransi terhadap tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa. Semua pelaku akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegas Wikha.

Lebih lanjut Wikha menjelaskan, peristiwa bermula setelah final digelar. Pertandingan itu dimenangkan Kampung Kalong Dagul dengan skor 1-0.

Baca Juga : Polres Bogor Periksa 14 Saksi Keributan Suporter Bola di Jasinga yang Berujung Maut

Setelah pertandingan selesai, sekitar jam 17.45 WIB, supporter dan para pemain Kampung Parung Sapi meninggalkan lapangan.

Namun, dalam perjalanan pulang melintasi Kampung Peuteuy, suporter yang memenangkan pertandingan, melakukan pawai dengan menggerung-gerungkan motor hingga memancing reaksi warga.

“Ketegangan terjadi dan berujung bentrokan dan tawuran di Jalan Raya Jasinga. Tawuran menyebabkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka,” beber Wikha. (*)

Tinggalkan Balasan

TERKAIT LAINNYA