Kementerian Pendidikan Bangun Ruang Kelas Darurat di SMKN 1 Cileungsi Bogor

RUJUKANMEDIA.comKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantu membangun tiga ruang kelas darurat untuk digunakan siswa SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor pasca ambruk.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkap ruang kelas darurat yang dibangun menggunakan tenda itu dilakukan agar siswa tetap bisa belajar.

“Semoga ini bisa menjadi sarana pembelajaran siswa,” kata Abdul Mu’ti saat meninjau kondisi SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis 11 September 2025.

Baca Juga : BPBD Catat 31 Orang Alami Luka Ambruknya SMKN 1 Cileungsi Bogor

Pada peristiwa yang terjadi Rabu 10 September 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat 31 orang mengalami luka-luka.

“(Data sementara) tercatat 31 orang menjadi korban luka-luka. 26 korban kami evakuasi ke RS Thamrin dan 5 lainnya ke RS Merry,” ungkap Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin kepada wartawan.

Baca Juga : Gubernur Jabar Terjunkan Inspektorat Periksa Ambruknya Bangunan SMKN 1 Cileungsi

Jalal mengatakan, atap tersebut ambruk saat jam belajar tengah berlangsung. Para korban mengalami luka beragam. Seperti kepala sobek, patah tulang hingga sesak nafas dan luka terkena reruntuhan bangunan.

“Para korban ada yang harus dijahit, ada juga yang harus infus, oksigen hingga suntikan tetanus,” jelas Jalal.

Pada peristiwa tersebut, BPBD Kabupaten Bogor menerjunkan sekitar enam personel. Dibantu oleh tim medis dan aparat terkait di lokasi.(*)

Tinggalkan Balasan