RUJUKANMEDIA.com – SMK Negeri 1 Gunungputri, Kabupaten Bogor, mengalihkan sistem pembelajaran siswa ke dalam jaringan atau daring usai ambruknya lima ruang kelas.
Wakasek Hubinmas SMKN 1 Gunungputri, Karyadi mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai antisipasi.
“Untuk saat ini murid dari SMK Negeri 1 Gunungputri pembelajaran daring di rumah masing-masing,” kata Karyadi kepada wartawan, Selasa 4 November 2025.
Baca Juga : SMK Negeri 1 Gunungputri Bogor Ambruk, Sejumlah Siswa Alami Luka
Dalam peristiwa tersebut, tercatat 40 lebih siswa menjadi korban. Lima diantaranya masih harus dirawat di rumah sakit. Dua orang di Rumah Sakit Kenari Graha Medika Cileungsi, dan tiga orang di RSUD Cileungsi sementara lainnya sudah dipulangkan.
Karyadi menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus pada proses tanggap darurat dan pemantauan kondisi siswa yang menjadi korban.
“Kami melaksanakan proses tanggap darurat untuk anak-anak kami yang sedang kena musibah, baik di rumah sakit maupun di rumah masing-masing,” tegasnya.
Baca Juga : Korban Ambruk SMKN 1 Gunungputri Bogor Capai 42 Siswa
Diketahui, ambruknya sekolah terjadi saat hujan deras disertai angin kencang pada Senin 3 November 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten, Ade Hasrat mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.40 WIB. Dimana hujan dan angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa bangunan sekolah.
“Jadi pohon tumbang itu menimpa bangunan kelas 11 dan 12. Atau tercatat lima kelas ambruk,” jelasnya.(*)






