Pengangguran Terbuka Naik, Disnaker : Penyerapan Tenaga Kerja Makin Sempit

 

RUJUKANMEDIA.com – Ketua Tim Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Retno Pangestuti Widianti menyebut bahwa kenaikan jumlah pengangguran terbuka disebabkan beberapa hal.

Salah satu yang paling utama adalah makin ketatnya persaingan hingga tingkat serapan tenaga kerja yang semakin turun pada sektor formal di tengah sulitnya lapangan pekerjaan.

“Karena keterserapan di formal di lingkungan wilayah Kabupaten Bogor itu juga sudah semakin susah kecil biasanya orang semakin susah orang dapat kerja di sini,” jelas Retno kepada wartawan, Selasa 3 Februari 2026.

Baca Juga : Pengangguran Terbuka di Kabupaten Bogor Naik Jadi 7,69 Persen

Di samping itu, Retno mengatakan bahwa data yang tercatat BPS Kabupaten Bogor juga masih perlu didiskusikan lebih intens.

Musabab, kata dia, pengangguran terbuka juga terjadi karena beberapa hal lainnya. Seperti banyaknya keinginan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Termasuk juga masyarakat yang memilih membuka usaha, karena tidak mau lagi bekerja setelah kehilangan pekerjaannya.

“Misalnya banyak yang senang sekolah, banyak yang melanjutkan pendidikan. Itu kan mereka juga nggak bisa dihitung sebagai angkatan kerja yang melanjutkan sekolah lebih tinggi itu engga bisa. Bisa juga banyak pengangguran yang memang udah engga mau kerja itu banyak,” kata dia.

Baca Juga : Bupati Sebut Dapur MBG di Bogor Tak Hanya Bermanfaat untuk Siswa, Tapi Kurangi Pengangguran 

Ia pun menyarankan agar masyarakat melihat peluang lain di luar dari sektor formal. Misalnya pada sektor padat karya maupun berwirausaha untuk memperoleh pendapatan hingga membuka lapangan pekerjaan.

Bisa juga masyarakat mengambil peluang untuk menjadi pekerja diluar negeri atau pekerja migran.

“Berarti kan kita harus melihat ke yang lain ya. Apakah peluangnya keluar negeri, pekerja migran atau itu tadi usaha-usaha memperbanyak, memperluas kesempatan mereka untuk bisa membuka usaha. Jadi entrepreneur,” pungkas Retno.(*)

Tinggalkan Balasan