RUJUKANMEDIA.com– Polres Bogor melarang masyarakat untuk melakukan konvoi saat malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bogor. Larangan tersebut untuk menjaga kondusifitas pada Hari Raya.
“Untuk konvoi sudah kami sampaikan untuk dihindari. Meminimalisir gesekan-gesekan di masyarakat,” kata Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto.
Ia menegaskan, perayaan malam takbiran sebaiknya dilakukan di masjid atau di rumah masing-masing.
“Kita imbau pada masyarakat untuk mengisi waktu-waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,” jelasnya.
Baca Juga : 5 Ribu Personel Siaga Amankan Idul Fitri di Kabupaten Bogor
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Polres Bogor bersama instansi terkait akan menggelar pengamanan mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Sebanyak 5.000 personel gabungan dari Polres Bogor, TNI, Dishub, dan instansi lain akan dikerahkan untuk memastikan keamanan dan ketertiban, khususnya saat mudik dan libur Lebaran.
“Personel keseluruhan kita ada lebih dari 5.000 personel. Terdiri dari 1.099 personel dari Polres Bogor dan dibantu 4.000 lebih personel dari instansi terkait,” kita Wikha.
Baca Juga : Bupati Sebut Stadion Pakansari Bisa Tampung Lebih dari 5 Ribu Jamaah Salat Idul Fitri
Polres Bogor juga menyiapkan 14 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Kita sudah menyiapkan beberapa pos, terdapat 14 pos pengamanan yang sudah kita siapkan untuk lokasinya pos pengamanan tersebar di seluruh wilayah di kabupaten Bogor, di 14 titik,” tuturnya.
Sementara, Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa apa yang dilakukan personel gabungan dalam mengamankan Idul Fitri perlu didukung penuh.
Ia menilai, apa yang dilaksanakan para petugas di lapangan merupakan sebuah pengorbanan. Dimana mereka rela mengorbankan waktunya untuk menjaga keamanan masyarakat, meninggalkan keluarganya di rumah pada momen Lebaran.
“Saat masyarakat melaksanakan mudik di Hari Raya Idul Fitri mereka (personel) meninggalkan anak, meninggalkan istri berjaga untuk menjaga kondisi keamanan keterlibatan masyarakat di Kabupaten Bogor tetap berjalan. Ini perlu kita apresiasi,” kata Rudy. (*)






