RUJUKANMEDIA.com – Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, menegaskan bahwa insiden kericuhan sepakbola pada Pordes di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, sudah selesai.
Kedua belah pihak antara wasit yang menjadi korban penganiayaan dengan orang-orang yang terlibat dalam insiden tersebut sepakat untuk berdamai.
“Sudah selesai, sudah damai,” kata Budi kepada wartawan, Kamis 13 Agustus 2026.
Budi menjelaskan, pasca kejadian kedua belah pihak yang terlibat dipertemukan dalam mediasi di Kantor Desa Urug, kemudian dibawa ke Polsek Cigudeg untuk kesepakatan tersebut.
“Dimediasi di kantor desa setempat lalu di Polsek Cigudeg kemarin. Pemain dan wasit yang terlibat sudah saling memaafkan, intinya sudah tuntas,” tuturnya.
Baca Juga : Ajang Sepakbola Desa di Bogor Ricuh, Wasit Jari Korban Penganiayaan
Diketahui sebelumnya, ajang sepakbola Pekan Olahraga Desa (Pordes) di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, berujung ricuh. Dalam insiden tersebut, seorang wasit menjadi korban penganiayaan.
Kericuhan terjadi saat kedua tim menjalani adu penalti dalam pertandingan tersebut. Salah satu pemain gagal mengeksekusi tendangan penalti setelah bola membentur mistar gawang. Situasi kemudian memanas hingga wasit menjadi sasaran amukan suporter.
Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, memastikan insiden kericuhan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Ia menyebut, korban dalam kejadian itu hanya mengalami luka-luka.
“Nah, adu penalti yang pertama enggak masuk. jadi udah dua nol lah kan mereka merasa tersudut udah dikalahin bener, seperti itu,” ujarnya, Rabu 12 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, wasit dalam pertandingan tersebut merupakan warga Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, berinisial AJ. Menurutnya, AJ mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Baca Juga : Turnamen Sepakbola HUT RI di Jasinga Bogor Berujung Ricuh, Satu Orang Tewas
Budi juga membantah adanya informasi yang menyebutkan bahwa wasit meninggal dunia akibat kericuhan tersebut. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Atas nama AJ. Enggak ada yang meninggal. Kata siapa meninggal? Ah enggak ada, enggak ada yang meninggal Enggak ada. Ya justru itu yang ngeributin itu,” bebernya.
Ia kembali memastikan kondisi korban hanya mengalami luka-luka. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden kericuhan tersebut.
“Kalongkares orang Nanggung, wasitnya orang, orang Nanggung. Ya biasa main bola,” pungkasnya.(*)






