RUJUKANMEDIA.com – Rencana pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah Kabupaten Bogor, tak kunjung matang.
Hingga saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jaw Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kajian mendalam dilakukan sebagai dasar sebelum memutuskan kelanjutan pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah tersebut.
Baca Juga : Anggaran Pembebasan Lahan Disiapkan, Pemkab Bogor Tunggu Penetapan Lokasi Jalan Khusus Tambang
Musabab, kata dia, ketika aktivitas tambang kembali dibuka maka harus dipastikan bahwa pekerjaan itu bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau tambang dibuka itu harus memiliki manfaat bagi desa sekitar. Pajaknya itu harus kembali, sehingga harus dirumuskan secara komprehensif agar hasil tambang dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” jelas Dedi kepada wartawan di Kabupaten Bogor, Minggu 4 Oktober 2026.
Baca Juga : Pemkab Bogor Alokasikan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalan Khusus Tambang
Menurutnya, pembangunan tersebut harus memerlukan kajian lingkungan dan teknis yang baik untuk memastikan arah kebijakan serta dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Baca Juga : Tambang Ditutup, Pemkab Bogor Kehilangan Penerimaan Pajak hingga Rp150 Miliar
Karena, kata dia, aktivitas ini bersinggungan langsung dengan masyarakat.
“Jadi jangan sampai daerah lain yang maju, Jawa Baratnya mengalami kemiskinan atas tambang,” tuturnya.(*)






