RUJUKANMEDIA.com – Dua kecelakaan truk terjadi dalam waktu satu hari di Kabupaten Bogor, Rabu 10 Januari 2024. Pertama di wilayah Kecamatan Kemang, kemudian di Leuwisadeng.
Untuk peristiwa pertama, kecelakaan melibatkan truk bermuatan material tambang yaitu split. Peristiwa oni terjadi dii di Jalan Raya Parung, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Bogor sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Angga Nugraha di Cibinong, Bogor, menyebutkan angkutan tambang dengan muatan batu split tersebut saat kecelakaan sedang melaju dari arah Parung menuju Bogor.
Namun sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), pengemudi berinisial N hilang kendali sehingga truk menabrak pembatas jalan.
“Truk hilang kendali kemudian bergerak ke kanan dan membentur pembatas jalan sehingga kendaraan terguling ke kiri, maka terjadilah kecelakaan lalu lintas,” jelas Angga.
Pihaknya menduga kecelakaan tunggal tersebut disebabkan oleh kelalaian pengemudi karena tidak konsentrasi dalam berkendara.
“Tidak ada korban dalam kecelakaan, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp10 juta,” paparnya.
Kemudian kecelakaan kedua yakni melibatkan truk kabin datar di Desa Kalong II Kecamatan Leuwisadeng, Bogor.
Baca Juga : Langgar Jam Operasional, Truk Tambang Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Leuwisadeng
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu melibatkan sebanyak lima kendaraan terdiri dari dua truk, dua angkot dan satu sepeda motor.
Saat kejadian, truk tronton dengan nomor polisi B 9912 UO melaju dari arah Cigudeg menuju Leuwiliang. Kemudian truk tersebut hilang kendali saat menyerempet truk lain yang tidak diketahui nomor polisinya.
“Truk tronton oleng ke kiri menabrak warung lalu bergerak kembali menabrak kendaraan angkot nomor polisi F 1926 GT dan kendaraan sepeda motor nomor polisi F 2270 FBG,” terang Angga.
Angkot yang terlibat kecelakaan tersebut kemudian terdorong ke depan sehingga menabrak angkot lainnya dengan nomor polisi F 1903 K.
“Peristiwa kecelakaan ini menyebabkan 1 orang luka ringan yang merupakan pengendara sepeda motor,” tandas Angga.(*)







