RUJUKANMEDIA.com – Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya serta unsur Forkopimda Kota Bogor, memastikan stabilitas harga pangan di daerahnya aman.
Kepastian itu salah satunya terlihat dari hasil peninjauan bahan pangan pokok di di Pasar Induk Teknik Umum (Tekum) Kota Bogor, satu hari sebelum Ramadan.
“Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk memastikan agar harga-harga kebutuhan rumah tangga di Kota Bogor tetap stabil menjelang bulan Ramadhan 1445 Hijriah,” ungkap Atang Trisnanto, Selasa 12 Maret 2024.
Selama peninjauan, rombongan Forkopimda yang didampingi oleh jajaran direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor melakukan pengecekan terhadap stok komoditas di pasar Tekum.
Baca Juga : Komisi III DPRD Kota Bogor Sidak Pembangunan Pasar Gembrong Sukasari
Berdasarkan data yang dimiliki oleh pihak Perumda PPJ dan Dinas Perdagangan, Wali Kota Bima Arya menyatakan bahwa harga komoditas masih stabil dan stoknya masih terjaga hingga dua pekan ke depan, meskipun ada keluhan mengenai tingginya harga beras dari pedagang dan masyarakat.
Atang Trisnanto menambahkan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, akan terus melakukan pengecekan terhadap komoditas pangan di seluruh pasar Kota Bogor selama periode Ramadhan hingga Lebaran. Atang menekankan pentingnya pemantauan terhadap harga beras dan ketersediaannya serta memastikan kelancaran rantai pasok.
“Dalam upaya memenuhi kebutuhan stok beras kami sarankan agar Pemerintah Kota Bogor bersama Bulog menyiapkan skenario penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” tegas Atang.
Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut bahwa pangan dari hasil peninjauan pasar dalam kondisi relatif stabil.
“Kami melihat harga-harga relatif stabil dan pasokannya lancar,” ujar Bima.
Baca Juga : Peringati Isra Mi’raj, Bima Arya Sampaikan Tiga Pesan Ini
Sebagai pasar induk bagi wilayah sekitar Kota Bogor, Bima juga memastikan bahwa stok sayur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai, serta buah-buahan di Pasar Induk Tekum Kota Bogor, masih aman dan terjaga.
Namun, jika terjadi peningkatan harga atau persoalan dalam hal stok komoditas pangan, Bima menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan skenario pelaksanaan operasi pasar.
“Atas persoalan seperti kenaikan harga, kita akan melakukan evaluasi. Jika disebabkan oleh penurunan stok, operasi pasar akan segera dilakukan,” jelasnya.
Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah, memastikan bahwa TPID akan terus melakukan monitoring terhadap kenaikan harga komoditas pangan dan akan segera berkoordinasi dengan distributor jika ditemukan kelangkaan terhadap beberapa komoditas pangan.
“Pemkot Bogor telah membuka kerjasama antar daerah untuk menutupi kekurangan komoditas pangan,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah ini, DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor dan Forkopimda berkomitmen untuk memastikan stabilitas harga komoditas pangan di Kota Bogor selama periode penting menjelang Ramadhan dan Lebaran.(*)







