RUJUKANMEDIA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengungkap ada lima kecamatan di daerahnya yang rawan penularan demam berdarah dengue atau DBD.
Kelima kecamatan tersebut di antaranya yakni Cibinong, Cileungsi, Jonggol, Gunungputri dan Kecamatan Bojonggede.
“Sebaran kasus tertinggi ada di lima Kecamatan yakni, Kecamatan Cibinong 224 kasus, Kecamatan Cileungsi 209 kasus, Kecamatan Jonggol 145 kasus, Kecamatan Gunung Putri 134 kasus dan Kecamatan Bojonggede 93 kasus,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana, Jumat 7 Juni 2024.
Jumlah-jumlah tersebut, lanjutnya, meningkat hampir dua kali lipat setiap bulannya dibandingkan dengan yang terjadi pada 2023 dengan periode yang sama.
Baca Juga : DBD Tembus 1.932 Kasus, 18 Warga Kabupaten Bogor Meninggal Dunia
Dari penyebaran dan penularan itu, tercatat hingga saat ini ada sebanyak 1.932 kasus DBD dan 18 di antaranya meninggal dunia.
“Total dari Januari-Juni 2024 sebanyak 1.932 kasus. Dengan kasus meninggal sebanyak 18 orang,” terang Adang.
Baca Juga :Jumlah DBD di Kabupaten Bogor Capai 563 Kasus, Enam Orang Meninggal Dunia
Namun, Adang mengaku bahwa pihaknya terus berupaya melakukan imbauan serta sosialisasi pola hidup yang bersih guna mencegah bertambahnya pasien penderita DBD di Kabupaten Bogor.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengasapan atau fogging yang masih terus dilakukan di beberapa kawasan yang terbilang rawan.
“Kami terus lakukan edukasi masyarakat supaya mau melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan gerakan bersih-bersih lingkungan minimal 1 minggu 1 kali,” ucap Adang.
Baca Juga : RSUD Cileungsi Tangani 65 Pasien DBD, Satu Meninggal Dunia
Adang menilai penerapan PSN saat ini sangat penting dilakukan, mengingat faktor cuaca yang tidak menentu kerap kali terciptanya tempat untuk berkembangbiaknya nyamuk.
“Cuaca kadang hujan kadang panas (panca roba) menyebabkan perindukan dan tempat bertelur nyamuk sampai genangan air sangat banyak dan akhirnya menetas secara bersamaan,” katanya.
Karenanya, dia berharap masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga ketahanan tubuhnya dalam kondisi seperti saat ini.
“Kuncinya PHBS, itu harus terus diterapkan untuk mencegah terserang DBD,” pungkas Adang. (*)







