Dinkes Bogor Klaim Telah Bantu Anak Gizi Buruk yang Meninggal di Parungpanjang 

 

RUJUKANMEDIA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengklaim telah memberikan bantuan kepada anak gizi buruk di Parungpanjang bernama Ahmad Maulana (9).

Klaim dari pemerintah tersebut buntut terungkapnya kondisi keluarga Ahmad yang mengalami keterbatasan biaya, tak memiliki BPJS PBI saat menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Plt Kadinkes Kabupaten Bogor, Agus Fauzi mengaku telah bertemu dan menangani Ahmad Maulana saat usianya enam tahun.

Saat itu, kata dia, pihaknya melakukan rujukan untuk Ahmad Maulana ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Pada (usia) 6 tahun ditemukan oleh petugas kita, kemudian kita lakukan rujukan ke RSUD Leuwiliang,” kata Agus kepada wartawan, Minggu 2 Februari 2025.

Baca Juga : Pemkab Bogor Dapat Suntikan CSR BJB untuk Program Makan Bergizi Gratis di Dua Sekolah

Pada penanganan di RSUD Leuwiliang, kata Agus, didapati penyakit lain di dalam tubuh Ahmad. Seperti, downsyndrome dan penyakit jantung.

“Dan ternyata memang ditemukan ada penyakit penyerta di situ (di tubuhnya) ada downsyndrome, juga ada penyakit jantung juga,” ungkap dia.

Setelah mengetahui kondisi itu, Agus mengaku bahwa Dinkes Kabupaten Bogor juga sudah memberikan penanganan terkait pengobatan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Ahmad Maulana.

Namun, ia tak menggubris soal status Ahmad yang keluarganya tidak memiliki BPJS PBI, bantuan pemerintah untuk keluarga pra sejahtera.

“Kemudian sudah, kemarin ditemukan di tahun 2025 dan kondisinya ditemukan sudah meninggal,” tutur Agus.

Baca Juga : Dinkes Catat 1.555 Kasus DBD Sepanjang 2023, 4 Orang Meninggal Dunia

Diketahui, Ahmad meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang selama 23 hari.

Ahmad dinyatakan meninggal dunia pada 25 Januari 2025.

Berdasarkan keterangan dari aktivis kesehatan Kabupaten Bogor, Uun Desi, orang tua Ahmad yakni Jaenudin (40), dan Nurmi (31) tak memiliki BPJS PBI.

Keluarga itu, lanjutnya, memiliki BPJS Mandiri namun statusnya tidak aktif karena tak mampu membayar.(*)

Tinggalkan Balasan