Pj Bupati Bogor Ungkap Proyek Skytrain Puncak dengan Skema Bisnis B2B

 

RUJUKANMEDIA.com – Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, memastikan bahwa proyek pembangunan kereta layang (skytrain) di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan menggunakan skema bisnis Business to Business (B2B).

“Kami dorong pelaksanaannya melalui konsep B2B,” ungkap Asmawa saat memberikan keterangan di Cibinong, Rabu.

Konsep B2B, lanjutnya, merupakan transaksi bisnis antarperusahaan yang akan menjadi dasar pelaksanaan proyek ini. Hal ini telah mendapatkan dukungan dari Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Mohammad Abdul Ghani, yang berencana menggandeng investor dari sektor swasta sebagai mitra pengelola skytrain di kawasan Puncak.

“Pak Ghani, Dirut PTPN, siap mendukung proyek ini. Ia menyarankan agar proyek ini dijalankan dengan PTPN, karena PTPN sendiri memiliki banyak lokasi wisata yang dapat dimanfaatkan,” jelas Asmawa.

Baca Juga: Masuk Tahap Dua Penertiban, 194 Bangunan Liar di Puncak Dibongkar Agustus

Asmawa menegaskan bahwa proyek skytrain ini bukan sekadar wacana. Langkah-langkah konkret telah dilakukan oleh Pemkab Bogor, termasuk dengan mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah pusat.

“Ini adalah langkah serius. Kami telah bersurat kepada pemerintah pusat, termasuk Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Baru-baru ini kami juga melakukan pertemuan di Puncak untuk membahas proyek ini lebih lanjut,” tambahnya.

Dalam rangka penataan kawasan wisata Puncak yang kini sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, menjelaskan bahwa skytrain akan menjadi bagian integral dari rencana tersebut. Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan berbagai titik wisata utama di kawasan Puncak, khususnya di bagian hulu.

“Pembangunan skytrain ini merupakan usulan dari Pemkab Bogor untuk menciptakan konektivitas antara berbagai destinasi wisata di Puncak,” jelas Ajat.

Menurutnya, Pemkab Bogor telah menyusun rencana pembangunan skytrain dengan enam stasiun pemberhentian, mulai dari Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass, yang berada di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.

Stasiun pertama akan berlokasi di area parkir bus Gunung Mas, disusul stasiun kedua di perluasan Rest Area Gunung Mas. Stasiun berikutnya akan dibangun di Pakis Hill, Pinus Forest, Bukit Sumbul, dan yang terakhir di Puncak Pass.

Proyek ini diyakini akan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di jalur Puncak, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru bagi para pengunjung.

Tinggalkan Balasan