RUJUKANMEDIA.com – Sejumlah pedagang di kawasan Puncak melampiaskan kekecewaan mereka terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan melempari telur ke restoran Asep Stroberi (Astro).
Salah seorang pedagang, Paulus Suherman, menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan karena Pemkab Bogor melakukan tindakan diskriminatif, tidak menepati janji untuk menertibkan Astro.
“Mana janji Pemda yang akan berlaku adil? Mana janji bahwa Jaswita akan dibongkar? Tidak ada yang terealisasi,” cetusnya kepada wartawan pada Senin, 26 Agustus 2024.
Baca Juga : Astro Puncak Tak Tersentuh Penertiban, Pemkab Bogor Dianggap Diskriminatif
Paulus Suherman juga menambahkan bahwa masyarakat merasa diperlakukan tidak adil oleh pimpinan di lingkungan Pemkab Bogor.
“Pak Cecep (Kasatpol PP) dzolim, PJ Bupati (Asmawa Tosepu) dzolim. Kami, para PKL, merasa terjajah dengan adanya ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemilik Puncak Asri Resto and Cafe itu menyebut Pemkab Bogor telah mengorbankan ribuan masyarakat Cisarua demi kepentingan segelintir orang.
“Satu kecamatan Cisarua jadi kesulitan, lapar, dan tidak bisa mencari nafkah. Hanya karena kepentingan beberapa pihak, ribuan orang dikorbankan,” ungkapnya.
Baca Juga : Tahap Dua Penertiban, 196 PKL Puncak Dieksekusi Hari Ini
Paulus Suherman juga menyoroti bahwa Pemkab Bogor hanya memberikan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kepada Astro dengan denda Rp50 juta, sementara ratusan lapak PKL dibongkar oleh petugas.
“Astro hanya dikenakan Tipiring terkait perizinan, sedangkan kami memiliki Surat Pengakuan Hak (SPH) dan akta. Astro hanya berbeda dari sisi lahan, dan faktanya, mereka tetap berdiri tegak meski tidak memiliki PBG. Padahal, kata Pak Cecep, semuanya akan ditindak,” tuturnya. (*)







