RUJUKANMEDIA.COM – Madu adalah subtansi makanan manis dan kental yang dibuat oleh lebah madu dan beberapa serangga lain. Lebah menghasilkan madu dari sekresi gula tumbuhan atau dari sekresi serangga lain. Madu terbentuk melalui regurgitasi, aktivitas enzimatik, dan penguapan air.
Dalam satu sendok makan madu mengandung 61 kalori, 17 g karbohidrat dan sejumlah kecil serat dan protein.
Karena kandungan serta prosesnya alami, anggapannya, semua orang bisa mengonsumsi madu dalam jumlah tak terbatas. Padahal tidak demikian. Ternyata ada banyak lho orang dengan beberapa penderita yang tidak boleh konsumsi madu tidak sesuai anjuran, bisa membuat orang tersebut berbahaya.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah orang-orang yang tidak boleh minum madu.
1. Bayi di bawah 1 tahun
Bayi usia di bawah 1 tahun tidak boleh diberikan madu. Madu mengandung bakteri tipe Clostridium yang bisa memicu botulisme pada bayi.
Botulisme menimbulkan kelemahan otot dengan tanda seperti, cara mengisap yang buruk, menangis lemah, sembelit dan kelelahan.
Seiring bertambah usia sistem pencernaan anak mulai matang dan siap mengonsumsi madu dan menangani spora bakteri Clostridium.
2. Orang dengan alergi
Beberapa orang alergi dengan komponen pada madu khususnya serbuk sari lebah (bee pollen). Serbuk sari sering terdapat pada madu mentah (raw honey). Meski jarang, serbuk sari dapat memicu reaksi alergi serius dan kadang fatal.
Reaksi alergi antara lain, mengi dan asma, pusing, mual, muntah, lemah, keringat berlebih, pingsan, irama jantung tidak teratur, perih saat menyentuh kulit.
3. Orang dengan diabetes
Orang dengan diabetes sebenarnya bukan orang yang tidak boleh minum madu. Mereka boleh minum madu tapi jumlahnya harus dibatasi.
Madu seperti halnya gula cair yang bisa memengaruhi gula darah meski punya manfaat kesehatan.
Ternyata Madu masih merupakan gula cair dan seperti semua bentuk gula lainnya, madu harus dikonsumsi dalam jumlah sedang atau moderasi.
Jadi konsumsi madu tidak boleh sembarangan ya. Terlebih kita harus tau kesehatan kita terlebih dahulu, boleh atau tidak kita konsumsi madu tersebut dalam jumlah yang biasa kita tidak takar.







