RUJUKANMEDIA.COM – Sebagian orang merasakan stres dan letih akibat pemberitaan atau konten bernuansa negatif. Dalam kadar tertentu, stres diperlukan tubuh guna merespons ancaman, memotivasi menghadapi tantangan, juga meningkatkan kekebalan tubuh. Sebaliknya dalam kadar berlebihan atau berkepanjangan, stres bisa membawa dampak buruk terhadap kondisi kesehatan tubuh.
Saat stres, sistem saraf otonom mengendalikan detak jantung, pernapasan, penglihatan, dan beragam dampak lain. Kemudian ketika stres itu berlangsung lama, aktivitas respons stres berkelanjutan akan memicu kerusakan pada tubuh.
Dikutip dari berbagai sumber, inilah beberapa gejala akibat terlalu setres badan jadi tidak karuan rasanya!
1. Otot tegang
Stres dapat memicu ketegangan otot terutama di area leher, bahu, atau punggung. Kamu mungkin bahkan mengatupkan rahang. Melansir dari Keck Medicine, jika ketegangan ini terus berlanjut maka, lama-kelamaan bisa mengakibatkan sakit dan nyeri.
2. Sakit kepala
Tension headache alias sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang umum. Dilansir dari Harvard Health Publishing, sakit kepala jenis ini menimbulkan rasa nyeri tumpul dan seperti diremas di kedua sisi kepala. Rasa sakit yang cukup parah bisa memicu sensasi seperti dijepit.
3. Masalah pencernaan
Tubuh dapat merespons stres berlebih lewat masalah pencernaan seperti, diare, sembelit, atau sakit perut.Pada sebagian orang, ada yang mengalami mulas atau refluks asam lambung.
4. Palpitasi jantung
Palpitasi jantung merupakan kondisi jantung berdetak kencang lebih dari biasanya. Belum ada alasan pasti kaitan stres dan palpitasi jantung.Ketika stres ini berlangsung lama atau kronis, efek jangka panjangnya bisa berupa tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
5. Terlambat haid
Stres dapat memicu siklus haid tidak teratur, memperburuk nyeri haid, dan kesulitan hamil. Stres bukan sesuatu yang sepele sebab memengaruhi kesehatan reproduksi Kamu.Kenapa stres bisa bikin terlambat haid? Tubuh merasa reproduksi harus ditunda sebab ada ancaman.
6. Kurang tidur
Pikiran kacau dan tubuh merasa menghadapi ancaman membuat orang jadi susah tidur atau tidur terus-menerus. Kurang tidur memengaruhi kemampuan beraktivitas di siang hari. Selain itu, ada konsekuensi jangka panjang yang mengintai antara lain, risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
7. Berat badan naik
Pada beberapa orang, stres membuat mereka mencari kenyamanan dari makanan. Selain itu, ‘hormon stres’ kortisol yang meningkat membuat makan berlebihan dan tubuh menyimpan banyak lemak.
Dengan kita setres akibatnya jadi merambat kemana-mana, mulai dari kesehatan mental, badan kita, sampai kondisi kehidupan kita tidak lebih teratur. Semoga dengan ini hilangkan setres dengan selalu berpikiran positif dan jaga terus kesehatan ya!







